Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pada tanggal 29 Desember 2015, Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) ditutup pada 143,71 poin atau menurun 14,78 persen dibandingkan ISSI pada akhir tahun 2014 sebesar 168,64 poin.
Sementara itu, kapitalisasi pasar saham yang tergabung dalam ISSI per 29 Desember 2015 sebesar Rp 2.576,45 triliun atau 53,16%, dari total kapitalisasi pasar seluruh Saham (Rp4,846,73 triliun).
" Kapitalisasi pasar saham ISSI mengalami penurunan sebesar 12,57% jika dibandingkan kapitalisasi pasar saham ISSI pada akhir tahun 2014, sebesar Rp2.946,89 triliun," tulis Laporan Akhir Tahun 2015 Pasar Modal Indonesia, Rabu, 30 Desember 2015.
Saat ini, dari 335 efek syariah berupa saham yang terdapat dalam DES, sebanyak 318 Saham yang tercatat di BEI menjadi konstituen dari ISSI.
Sedangkan untuk Jakarta Islamic Index (JII), ditutup pada 599,44 poin per tanggal atau menurun sebesar 13,26%, dibandingkan pada akhir tahun 2014 sebesar 691,04 poin.
Sementara itu, kapitalisasi pasar untuk saham-saham yang tergabung dalam JII pada periode yang sama sebesar Rp1.726,02 triliun atau 35,61% dari total kapitalisasi pasar seluruh Saham (Rp 4,846,73 triliun).
Nilai kapitalisasi pasar saham yang tergabung dalam JII pada 29 Desember 2015 tersebut mengalami penurunan sebesar 12,57%, jika dibandingkan kapitalisasi pasar saham JII pada akhir tahun 2014 sebesar Rp 1.944,53 triliun.
Sebagai informasi, IHSG BEI pada tanggal 29 Desember 2015 berada pada posisi 4,569.36 poin, atau mengalami penurunan sebesar 12,58%, dibandingkan posisi pada tanggal 30 Desember 2014 yang berada level 5,226,95 poin.
IHSG BEI pernah berada pada level tertingginya 5.523,290 pada penutupan tanggal 7 April 2015. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya