Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Punya gaji tinggi, tanpa utang, tapi belum punya simpanan, artinya ada yang salah dengan pengelolaan keuangan kamu. Mempunyai uang simpanan memang mudah diucapkan tapi sulit dijalankan.
Seringkali kita mencari beragam alasan ketika dipaksa untuk menyimpan uang. Dan kesadaran baru muncul saat kita dililit utang, atau uang habis padahal tanggal gajian masih jauh.
Jika kondisinya sudah sejauh ini, mungkin sekarang saatnya memahami mengapa kamu tak punya kebiasaan menyimpang uang.
Mengutip laman cheatsheet.com, berikut adalah tiga alasan mengapa kamu tak bisa menyimpan uang:
1. Gaya Hidup Kamu Terus Meningkat
Saat kamu mendapatkan bonus atau kenaikan gaji, apakah hal pertama yang kamu lakukan membeli barang-barang mewah? Jika iya, kebiasaan ini adalah satu pembunuh paling berbahaya dalam mengelola uang.
Inilah yang membuat banyak orang masuk dalam lingkaran setan. Hidup dari utang ke utang. Alasan yang sering dipakai untuk membenarkan kebiasaan kamu ini adalah kamu masih memiliki uang lebih.
2. Anda menunda-nunda
Ada sebuah alasan mengapa muncul istilah 'menyenangkan diri sendiri' merupakan prinsip pengelolaan keuangan emas. Ini karena jika orang tak menyisihkan uang, tak banyak yang akan melakukannya.
Sebenarnya, pepatah ini menyuruh kamu untuk menyisihkan sebagian penghasilan untuk disimpan. Serta pengingat tagihan atau pengeluaran apa saja yang harus dibayarkan.
Orang yang buruk dalam mengelola uang sering kali menunda-nunda. Jadi mereka terus menunda untuk menyimpan uang.
3. Kamu berpikir menyimpan uang membuat lemah
Si pengelola keuangan buruk sering kali mengklaim bahwa mereka hidup untuk saat ini. Tak ada dalam pikirannya mempersiapkan masa depan. Apakah kamu pernah merasakan hidup di masa kini yang memang terdengar menyenangkan dan glamor?
Kamu takkan bisa menikmati seluruh kesenangan saat ini jika merasa selalu kehabisan uang. Orang yang biasa menabung sebetulnya mempersiapkan segala sesuatu lebih baik. Mereka akan bersabar untuk menikmari kesenangan yang sebenarnya jauh lebih besar.
Daripada memikirkan kesenangan yang akan kamu nikmati saat ini juga, dan justru berakhir kecewa, mulailah menentukan apa yang sebetulnya kamu inginkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya