Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah tak kuasa melawan gelombang aksi jual investor. Hantaman sentimen negatif dari luar negeri membuat indeks acuan saham berguguran.
Terlebih lagi investor asing yang sebelumnya menjadi motor indeks, menahan aksi belinya jelang libur akhir pekan ini.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 12 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) rontok hingga 2,353 poin (1,56%) ke level 148,352.
Indeks saham bluechips syariah juga anjlok hingga 13,491 poin (2,09%) ke level 630,491.
Kedua indeks acuan saham syariah ini mendekam lemah sepanjang perdagangan. Indeks ISSI bahkan sempat jatuh ke level terendah 148,146.
Aksi jual mendorong 103 emiten syariah menutup perdagangan pekan ini di zona merah. Sementara 49 lainnya bertahan stagnan. Namun masih ada 59 emiten ISSI yang masih bisa bergerak menguat.
Dua pertiga penghuni indeks saham blueships syariah juga berguguran. Sebanya 20 emiten JII ditutup melemah dan 7 lainnya masih bisa melaju positif.
Transaksi perdagangan saham syariah hari ini mencapai Rp 3,57 triliun dengan 28,43 miliar saham berpindahtangan.
Emiten perkebunan menjadi satu-satunya indeks sektoral yang mampu menguat ditengah tekanan jual pasar. Sementar akoreksi tajam melanda indeks sektor industri aneka yang turun 3,47 persen, infrastruktur 2,32 persen, dan manufaktur 1,60 persen.
Top gainer indeks bluechips syariah dihuni oleh AALI yang naik Rp 450 per saham. Disusul JSMR Rp 175, LSIP Rp 55, SMRA Rp 30, dan PGAS Rp 15 per saham.
Sebaliknya, saham LPPF mengalami tekanan jual dengan koreksi hingga Rp 625 per saham. Top losser lainnya adalah UNTR yang turunRp 475, UNVR Rp 450, ICBP dan INTP masing-masing Rp 325.
Sentimen negatif dari koreksi indeks regional juga menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Turun 61,467 poin (1,29%), IHSG ditutup di level 4.714,393.
Pemodal asing sore ini hanya mampu membukukan nett sell Rp 26 miliar, turun jauh dari sehari sebelumnya sebesar Rp 878 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya