Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Siapa Saja Buruh Yang Sukses Jadi Miliarder? (Foto: Shutterstock.com/ilustrasi)
Dream – Menjadi buruh pabrik tidak berarti kehilangan harapan untuk menjadi lebih sukses. Ada sebagian buruh pabrik yang berhasil membalikkan nasib menjadi lebih baik.
Malah, ada bekas buruh pabrik yang berhasil menjadi orang terkaya di dunia. Dilansir dari Liputan6.com, Kamis 3 Mei 2018, bekas buruh pabrik yang sukses pertama adalah Leonardo Del Vecchio.
Pria ini dibesarkan di panti asuhan. Supaya bisa mandiri secara finansial, Del Veccio memutuskan untuk bekerja di pabrik.
Sayangnya, di sana, dia harus kehilangan jarinya karena kecelakaan kerja. Anak sulung dari lima bersaudra ini bekerja di pabrik pembuatan bingkai kaca mata.

Di usia 23 tahun, dia membuka gerai pembuatan kaca mata sendiri. Kini, bisnisnya berubah menjadi produsen kaca mata terbesar di dunia, Luxoticca. Del Vecchio menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan harta US$22,5 miliar (Rp314,25 triliun).
Kedua, Li Kashing.
Miliarder Hong Kong menjadi tulang punggung keluarga sejak berusia 13 tahun. Ayahnya meninggal karena penyakit TBC. Selama bekerja, Li memberikan 90 persen gaji untuk sang ibu. Keberhasilan dalam mencari nafkah untuk keluarga mengajarinya tentang nilai social dan sikap dermawan.

Pada tahun 1950, Li Kashing ingin keluar dari jerat kemiskinan. Dia pun membuka usahanya sendiri, yaitu Cheung Kong Industries. Berkat bisnis dan kerja kerasnya, Li menjadi orang terkaya di Asia dengan harta US$34,5 miliar (Rp481,89 triliun).
Ketiga, Zhou Qunfei.
Wanita ini lahir di Hunan, Tiongkok. Ibunya meninggal dunia ketika Zhou berusia lima tahun, sementara ayahnya lumpuh karena kecelakaan pabrik. Kemudian, dia membantu keluarga dengan beternak babi dan bebek.

Pada 1993, Zhou bekerja di pabrik pembuatan lensa. Situasinya tak membaik karena dia bekerja di pabrik yang buruk. Setelah mendapatkan promosi, Zhou mengumpulkan uang US$3 ribu untuk membuka toko kaca jam bersama saudara-saudaranya. Dia menjadi salah satu wanita terkaya di dunia dengan total kekayaan mencapai US$7,1 miliar (Rp99,17 triliun).
(ism, Sumber: Liputan6.com/Siska Amelie F. Deil)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam