BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Bisnis Kuliner Menjadi Yang Paling Digandrungi Selama Pandemi Covid-19.
Dream – Pandemi Covid-19 mempengaruhi roda bisnis sebagian besar UMKM di Indonesia. Tak menyerah dengan keadaan tersebut, pemerintah mendorong masyarakat terutama pebisnis muda untuk berkontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi.
“ Kami percaya anak muda Indonesia memiliki potensi yang besar untuk berinovasi,” kata Head of Commercial Zilingo, Melina Marpaung, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis Zilingo, Senin 9 November 2020.
Melina menambahkan, Zilingo siap mendukung usaha berkelanjutan melalui teknologi, produksi, dan keuangan. Dukungan ini bisa diakses di zilingotrade.id.
Dikatakan ada tiga bisnis bermodal kecil yang cocok dijajal oleh anak muda. Ini bisa juga dilakukan bagi mereka yang ingin mencoba peruntungan dari rumah.
Pandemi COVID-19 telah mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia, terutama terkait asupan nutrisi dan gizi makanan. Menurut survei Deloitte Consumer Insights, konsumen Indonesia semakin sadar tentang cara produksi makanan yang mereka konsumsi dan memprioritaskan pilihan yang lebih sehat dalam keputusan pembelian mereka.
![]()
Dari survei tersebut, responden mencari empat fitur utama dalam memilih produk makanan: tinggi vitamin & mineral, rendah kolesterol, rendah lemak, dan rendah gula.
Ditambah lagi, konsumen di kota-kota besar Indonesia rela merogoh kocek lebih untuk mendapatkan pilihan yang lebih sehat terutama di kondisi seperti sekarang. Tren tersebut dapat dimanfaatkan untuk mulai berbisnis makanan sehat.
Studi Knowledge E menemukan bahwa di antara konsumen Indonesia nilai emosional merek mendorong minat beli. Faktor inilah yang harus ditelusuri lebih lanjut saat ini oleh pelaku bisnis ketika sentimen terhadap produk dan merek lokal tinggi, terutama untuk produk fesyen lokal, termasuk pakaian dan sepatu.

Selain itu, rutinitas 'bekerja dari rumah' mendorong konsumen untuk mencari jenis pakaian yang nyaman namun tetap modis serta mendorong meningkatnya permintaan produk pelindung pribadi yang trendi.
Karena keterbatasan mobilitas yang ada, terjadi lonjakan dalam penggunaan gawai elektronik. Gawai ini diperlukan untuk menghibur konsumen di rumah maupun memenuhi tugas dan kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat.

Hal ini membuka permintaan dan peluang baru bagi para pelaku bisnis yang ingin mendalami bisnis perangkat elektronik. Mulai dari peralatan masak, kamera dan aksesoris, home theater hingga mesin pembuat kopi.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
