Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dubai Islamic Bank
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa masuknya investor asing ke sektor perbankan syariah, bisa berdampak positif bagi perkembangan bisnis berbasis Islami tersebut. Pimpinan OJK menilai bahwa perkembangan perbankan syariah masih stagnan.
Ketua OJK Muliaman Hadad menilai bahwa stagnannya pertumbuhan bank syariah terutama karena minimnya pengetahuan dan tenaga ahli di sektor ini.
Masuknya investor asing, seperti pembelian 24,9% saham Bank Panin Syariah oleh Dubai Islamic Bank(DIB), diharapkan akan memancing transfer ilmu yang dapat mempercepat pengembangan perbankan syariah di Indonesia.
" Perbankan syariah Indonesia itu sejak 20 tahun lalu, share-nya segitu-segitu saja, mudah-mudahan dengan masterplan yang kami bangun, bisa mempercepat sinergi agar share-nya semakin hari semakin maju," ujar Muliaman saat ditemui di kantornya, Jakarta, seperti ditulis, 26 Mei 2014.
Muliaman menambahkan kehadiran investor asing di perbankan syariah merupakan hal yang positif. Dengan syarat, kehadiran investor ini bisa menutupi kekurangan perbankan syariah di Indonesia saat ini.
" Dengan DIB itu kita harapkan ada khasanah baru perkembangan produk-produk perbankan syariah yang bisa dimanfaatkan di Indonesia, tidak hanya untuk mampu membiayai program pembiayaan infrastruktur yang besar-besar itu, tetapi juga bisa mendorong akses keuangan bagi masyarakat, yang penting bisa mengisi kekurangan kita," tegasnya.
Seperti diketahui, pasar syariah Indonesia semakin dilirik investor asing khususnya Timur Tengah. Tanda-tanda ini terlihat dari keputusan salah satu bank syariah terbesar Uni Emirat Arab, DIB, yang mengakuisi 24,9% saham Bank Panin Syariah.
Keputusan ini dibuat DIB sebagai bagian ekspansi bisnis perusahaan ke sejumlah negara di luar Timur Tengah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya