Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dubai, Uni Emirat Arab
Dream - Posisi negara-negara muslim dalam pencaturan ekonomi dan budaya dunia tak bisa dianggap remeh. Survei terbaru dari PwC menemukan empat kota muslim sebagai pusat ekonomi dan budaya dunia.
Laporan PwC bertajuk Cities of Opportunity mencatat Dubai, Kuala Lumpur, Istanbul, dan Jakarta layak menjadi pusat ekonomi dan budaya dunia.
Diantara negara muslim anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), Dubai menempati posisi tertinggi dengan skor 913. Namun ditingkat internasional, Dubai hanya bisa menempati posisi 16 dunia.
Berada di bawah Dubai adalah Kuala Lumpur yang mengantongi skor 885. Ibukota Malaysia ini bertengger di posisi 17 dunia.
Menyusul adalah kota besar di Turki, Istanbul, yang mendapat skor 645. Istanbul berada di posisi 25 dunia.
Terakhir, Jakarta menempati posisi 29 dunia atau keempat diantara negara-negara muslim. Jakarta hanya mengantongi skor sebesar 496.
Pada pemeringkatan kali ini, PwC menggunakan 10 indikator untuk menilai kota-kota besar yang dianggap memberikan kesempatan dan peluang besar bagi para penduduknya.
Ke-10 indikator tersebut dibagi kedalam tiga kategori yang menggambarkan fundamental sebuah kota besar yang dikelola dengan baik. Indikator itu kesiapan teknologi, transportasi dan infrastruktur, kemampuan intelektual dan inovasi, kesehatan, keselamatan, dan keamanan.
Indikator lainnya adalah lingkungan hidup, demografi, ekonomi, kemudahan berbisnis, dan terakhir biaya hidup. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya