Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur produk investasi yang menjanjikan untung terlalu besar, meski membawa embel-embel syariah. Pasalnya, tingginya keuntungan merupakan salah satu ciri investasi bodong.
Demikian disampaikan Deputi Komisioner OJK Bagian Pengawas Pasar Modal I Sarjito di kantornya, Jakarta, seperti ditulis, Sabtu, 24 Mei 2014.
" Walaupun ada istilahnya Golden Trader Syariah, syariah bentuknya tapi menjanjikan keuntungan yang sangat besar dan itu selalu saya katakan itu too good to be true, terlalu baik kalau itu ada," ungkapnya.
Menurut Sarjito, maraknya investasi bodong syariah terjadi karena banyak masyarakat awam yang terperdaya atas keuntungan tersebut. Korban semakin banyak karena masyarakat yang tak paham investasi bodong kerap kali mengajak orang-orang terdekatnya untuk bergabung.
" Ciri utamanya adalah memberikan imbal hasil yang begitu besar, kemudian ada teman-teman kita, saudara-saudara kita yang terpengaruh sehingga multiplyer effect-nya begitu besar, dan susah akhirnya kalau sudah masuk perangkap gali lubang tutup lubang karena pelakunya licin," jelasnya.
Untuk itu, lanjut Sarjito, masyarakat harus lebih berhati-hati memahami informasi yang diperoleh. Apalagi terkait investasi karena jika salah memilih justru akan merugi.
" Hati-hati! Baca internet karena selalu ada penawaran yang menarik," tegasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya