Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
(Foto: Johan Tallo/Liputan6.com)
Dream - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memperkirakan 300 ribu penerima manfaat program Kartu Prakerja terancam takkan menerima insentif dari pemerintah. Alasannya, ratusan peserta ini belum menyelesaikan pelatihan pertama yang akan berakhir pada 15 Desember 2020.
“ Penerima yang belum selesaikan pelatihan pertama, segera selesaikan pelatihan. Karena kalau belum selesai sebelum 15 Desember, insentif sebesar Rp 2,4 juta tidak dapat diterima,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dalam Survei BPS: Bicara tentang Kartu Prakerja, Senin, 23 November 2020.
Saat ini jumlah peserta program Prakerja gelombang 1-XI telah mencapai 5,9 juta penerima manfaat dengan 5,4 juta di antaranya telah mengikuti tahap pelatihan.
Dari 5,4 juta tersebut, peserta yang telah menyelesaikan pelatihan tahap pertama berjumlah 5,1 juta penerima manfaat.
Menurut ketentuan, penerima kartu prakerja akan memperoleh insentif sebesar Rp3,55 juta per orang selama empat bulan. Anggaran tersebut dialokasikan untuk bantuan pelatihan senilai Rp1, juta, penuntasan pelatihan Rp600 ribu per bulan, serta insentif kebekerjaan Rp150 ribu.
Untuk saat ini, Susiwijono memastikan Program Kartu Prakerja akan kembali dilanjutkan pada 2021 mendatang. Program ini berjalan dengan peserta penerima manfaat baru yang belum pernah mengikuti program kartu prakerja tahun 2020.
" Saya menghimbau kepada para penerima Kartu Prakerja agar menggunakan saldo bantuan pelatihan semaksimal mungkin,” kata dia.
Sebelumnya, Kepala BPS Kecuk Suharyanto melaporkan program kartu prakerja telah memberikan manfaat bagi pesertanya dalam menghadapi pandemik Covid-19.
Dari hasil survei BPS melalui metode Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) terungkap ada dua manfaat yang diperoleh penerima kartu prakerja.
Manfaat pertama adalah program ini dapat meningkatkan keterampilan kerja mereka. Hal ini tercermin dari 88,92 persen penerima manfaat yang menyelesaikan pelatihan kartu prakerja mengaku program ini dapat meningkatkan keterampilan kerja.
Temuan kedua adalah dari sisi insentif. Dalam pemanfaatan dana insentif, BPS menemukan sebagian besar atau 81,24 persen peserta mengakui menggunakan dana bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada juga yang memilih menabung sebanyak 33,31 persen.
“ Tampaknya mereka juga mengatasi dampak covid-19 sampai seberapa jauh. Sehingga mereka berhati-hati dan uang insentif ini disimpan baik-baik,” kata Suharyanto
Bantuan dana dari pemerintah juga banyak digunakan untuk kebutuhan modal usaha sebesar 23,47 persen, membayar utang 11,23 persen, dan sisanya 4,76 persen untuk kebutuhan lainnya.
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya