6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ada Baiknya, Investasi Dilakukan Ketika Muda. (Foto: Shutterstock)
Dream – Untuk generasi milenial yang baru menjalani rutinitias mereka sebagai karyawan, berinvestasi menjadi hal yang didambakan.
Namun, gaji yang masih pas-pasan ditambah dengan gaya hidup yang cenderung boros menjadi penghalang dalam melakukan investasi. Padahal, investasi sejak muda merupakan hal penting yang memang harus dilirik sejak sekarang.
Terus, bagaimana menyiasati agar generasi milenial bisa berinvestasi dalam usia yang masih muda?
“ Strateginya tidak sesulit yang kita kira dengan biaya yang tidak semahal dibayangkan,” kata Head of Digital Banking DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto, dalam keterangan tertulis DBS yang diterima Dream.
Investasi memang sebaiknya dilakukan ketika muda, terutama sebelum berusia 30 tahun. Ada empat keuntungan yang didapatkan jika kita mulai berinvestasi sebelum menginjak usia kepala tiga.
© Dream
Umur sangat berpengaruh ketika melakukan investasi. Semakin muda, maka semakin banyak keuntungan yang diraih, terlebih jika belum berkeluarga. Anda masih leluasa menyisihkan sebagian dari pendapatan. Usia pensiun yang terjadi pada usia 60 tahun juga masih jauh.
Sebagai contoh, saat berharap bisa mendapatkan pendapatan Rp5 juta sebulan sampai kira-kira umur 75 tahun saat pensiun nanti.
Hitungan kasarnya adalah kita membutuhkan Rp900 juta pada umur 60 tahun. Ketika mulai menyisihkan biaya untuk dana pensiun di umur 20an, tidak akan sebesar memulainya ketika menginjak usia 40 tahun. Ditambah lagi di umur 20an menjadi saat yang tepat mencoba berbagai macam instrumen investasi, dari yang minim risiko hingga berisiko tinggi.
Saat 5-10 tahun menjelang pensiun, barulah Anda lebih selektif memilih instrumen investasi dengan risiko rendah dan penghasilan tetap. (eko)
© Dream
Membiarkan uang di tabungan memang kelihatannya paling aman. Tapi tanpa disadari, bunga yang ditawarkan pun kecil sekali. Plus, kebanyakan bank senang sekali memberikan potongan biaya administrasi yang kurang jelas.
Contoh, salah satu bank terbesar di Indonesia memberikan bunga 0,7 persen pertahun bagi tabungan berjumlah 0-50 juta di tahun 2017. Bunga yang sebenarnya percuma karena nanti akan dipotong biaya administrasi. Bandingkan dengan inflasi dari Januari–Juli 2017 yang menurut Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 2,6 persen. Jadinya enggak balik modal.
Untuk itu, agar lebih aman dan menguntungkan, menabunglah di bank yang menerapkan gratis biaya administrasi serta suku bunga yang lebih tinggi. Dengan begini, kita dapat lebih tenang mengendapkan uang di tabungan. (eko)
© Dream
Usia muda adalah momen sedang giat-giatnya bekerja. Pulang lembur hampir tiap hari pun enggak masalah. Gaji yang diterima di akhir bulan menjadi motivator utama agar bekerja keras. Ini cara berpikir yang umumnya dianut kaum millenials.
Sebenarnya ada strategi lain mendapatkan uang yang tak kalah cerdasnya, yaitu membuat uang bekerja untuk kamu. Inilah yang dinamakan financial freedom alias kebebasan keuangan. Ide dasar kebebasan finansial adalah mengubah penghasilan aktif menjadi penghasilan investasi dan penghasilan pasif.
Penghasilan aktif adalah penghasilan yang didapat seseorang karena menukarkan waktu, tenaga, pikiran dan keringat dengan uang. Gaji yang dihasilkan dari pekerjaan kita termasuk penghasilan aktif. Sementara penghasilan investasi merupakan penghasilan yang didapat seseorang karena uangnya bekerja dan menghasilkan uang.
Contoh, keuntungan yang didapat dari reksa dana yang dimiliki. Sementara penghasilan pasif adalah penghasilan yang didapat seseorang, karena asetnya bekerja dan menghasilkan uang, misalnya menyewakan mobil yang dimiliki. (eko)
© Dream
Fungsi perencanaan keuangan yang paling utama adalah mewujudkan impian. Ketika sudah punya tujuan yang ingin dicapai, berinvestasi akan meningkatkan kecepatan dan kesempatan untuk meraihnya.
Rencana keuangan yang jelas akan membuat Anda lebih tenang menjalani kehidupan. Di usia 20an pun berarti masih punya banyak waktu. Bagi yang single bisa berarti belum ada tanggungan, belum ada utang besar yang melilit (seperti KPR), bisa lebih cepat ‘sembuh’ bila melakukan kesalahan investasi, serta lebih tangkas belajar dan beradaptasi. (eko)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
