6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ada Waktu-waktu Yang "haram" Untuk Mengajukan Resign. (Foto: Shutterstock)
Dream – Punya bos yang killer, beban kerja terlalu berat, dan teman kerja yang “ beracun” membuat kantor seolah-olah menjadi “ neraka”. Belum lagi, gaji yang diterima kecil. Pikiran pindah kerja atau berhenti sekalian kerap muncul dalam kondisi itu.
Tapi, jangan terburu-buru hengkang dari kantor. Coba pilih waktu yang tepat untuk angkat kaki dari perusahaan. Jangan sampai salah langkah. Ingat, resign di waktu yang tidak tepat, bisa menimbulkan konsekuensi negatif jangka panjang.
Dikutip dari CheatSheet, Selasa 26 Desemer 2017, ada tiga waktu yang buruk untuk keluar dari kantor. Yang pertama, ketika sedang hamil. Waktu ini kurang tepat untuk berhenti kerja. Sebab, Anda akan membutuhkan banyak biaya untuk melahirkan dan membeli barang kebutuhan bayi, seperti popok, susu, dan pakaian bayi.
Ke dua, ketika marah. Kadang-kadang rekan kerja atau bos membuat Anda marah, bahkan sangat marah. Tapi, kemarahan ini tidak bisa dijadikan alasan untuk keluar kerja. Saat marah, cobalah untuk mendinginkan kepala sejenak dan berpikir jernih.
Sahabat Dream bisa menenangkan diri dengan meninggalkan meja kerja sejenak dan pergi berjalan-jalan atau minum kopi.
Ke tiga, belum dapat pekerjaan ganti. Keluar kerja tanpa membahayakan kantor dan kesehatan jiwa. Jika keluar dan belum mengantongi pekerjaan baru, Anda tidak akan mendapatkan pemasukan.
Karena tak ada pemasukan, otomatis uang tidak akan bertambah, bahkan berkurang karena dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan. Tak hanya itu, menganggur akan membuat Anda tertekan karena tak bisa mendapatkan uang. (eko)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
