Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wanita Karier Bisa Merencanakan Keuangannya Sedini Mungkin.
Dream – Wanita, termasuk wanita karier, punya risiko keuangan yang lebih tinggi daripada pria. Terlebih, jika mereka tidak memiliki keuangan yang aman untuk pensiun. Sehingga, perempuan harus punya tabungan lebih untuk mengamankan masa pensiun.
“ Selisih pembayaran gaji bisa berkontribusi dalam selisih tabungan pensiun antara pria dan wanita. Ironisnya, wanita ini berusia lebih panjang daripada pria sehingga kita harus menabung lebih banyak,” kata pimpinan kajian pensiun, Transamerica Center for Retirement Business (TCRS), Catherine Collinson, kepada Fox Business, Senin 27 Maret 2017.
Collinson mengatakan, selisih gaji ini bukanlah tantangan satu-satunya bagi wanita untuk menghadapi pensiun. Dia menyebut wanita juga beristirahat dari pekerjaan mereka untuk mengasuh anak-anak. Pekerjaan mulia ini ternyata memerlukan banyak biaya.
“ Ini tidak berarti sulit untuk menemukan pekerjaan setelah cuti lama dari satuan kerja,” kata Collinson.
Tapi, Collinson mengatakan, wanita berkarier belum terlambat untuk merencanakan keuangan keluarga. Ada empat tips yang bisa dilakukan oleh mereka.
Pertama, mengembangkan strategi investasi dan menuliskannya. Bayangkan masa pensiun masa depan dan gunakan kalkulator online untuk memprediksi kebutuhan tabungan jangka panjang. Lalu, formulasikan tujuan untuk menentukan seberapa banyak yang harus ditabung setiap harinya.
Ke dua, ambil bagian dalam keuangan keluarga. Jadilan pribadi yang terlibat dalam menentukan keuangan keluarga, mulai dari keuangan untuk kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan jangka panjang. Diskusikan rencana finansial dan tabungan pensiun dengan suami.
Ke tiga, terlibat sebanyak mungkin dalam keuangan keluarga. Seorang wanita harus mempertimbangkan bantuan dari anggota keluarga lain untuk berbagi tanggung jawab pengasuhan anak.
Dengan begitu, dia bisa terus bekerja paruh waktu, mendapatkan penghasilan, serta menabung untuk pensiun.
Ke empat, memiliki plan B. Buatlah rencana cadangan jika terjadi hal-hal yang terduga, seperti perpisahan, perceraian, kehilangan pasangan, masalah kesehatan, atau tidak mampu bekerja sebelum pensiun yang direncanakan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya