Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Menyusun CV.
Dream - Mencari pekerjaan bisa menjadi hal yang paling memusingkan bagi banyak orang, terutama untuk sarjana baru. Mereka mengirimkankan banyak sekali lamaran ke perusahaan-perusahaan, tapi tak ada satu pun yang lolos.
Sebenarnya, apa yang salah? Surat lamarankah atau resume kerja?
Dilansir dari CheatSheet, Kamis 21 Juli 2016, penulisan CV atau curriculum vitae menjadi alasan utama pemberi kerja enggan menyentuh CV para pelamar. Ada yang menilai CV pelamar terlihat biasa dan ada juga yang melihat CV mereka " copy-paste" dari internet.
Berikut ini adalah lima alasan perusahaan tak menyentuh resume yang dikirimkan oleh pelamar kerja.
1. Pakai template yang buruk
Jangan menggunakan template yang sama dengan template CV yang ada di Google. Cobalah untuk membuat CV semenarik dan sekreatif mungkin. Memang, sih, penulisan CV dengan kreatif makan waktu yang lebih lama. Tapi, percayalah, cara ini terbilang ampuh untuk menarik hati pemberi kerja.
2. Melupakan keahlian yang tepat
Pelamar biasanya lupa mencantumkan keahlian yang diperlukan oleh perusahaan. Mereka sebaiknya mendata sejumlah keahlian yang diperlukan perusahaan, terutama keahlian tertentu sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
3. Isi informasinya tak penting
Alasan berikutnya perusahaan tak mau menyentuh CV pelamar adalah resume tersebut dipenuhi informasi-informasi yang tidak penting. Alangkah baiknya jika pelamar hanya memasukkan informasi yang dibutuhkan perusahaan, misalnya pengalaman kerja.
4. CV yang membosankan
Sebelum menulis CV, sebaiknya pelamar memperhatikan beberapa pertanyaan ini: apa yang membuat Anda berbeda dari pelamar lainnya? Apakah CV yang ditulis bisa menyampaikan maksud pelamar dengan baik? Jika pertanyaan-pertanyaan ini terjawab, niscaya pelamar ini bisa membuat CV tanpa terlihat membosankan.
5. Tak serius
Jika tak ingin perusahaan menilai buruk, sebaiknya pelamar bisa menuliskan CV secara sungguh-sungguh. Gunakan kata kunci utama dalam menyusunnya dan jelaskan sedetail mungkin alasan mereka sesuai dengan posisi itu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya