Dream - Rekan kerja merupakan salah satu faktor yang penting dalam kehidupan karier. Mereka bisa membantu kita untuk mengembangkan karier seseorang di suatu perusahaan.
Tapi, ada saja rekan kerja yang tidak menyukai karyawan lainnya.
" Mereka mungkin akan membuat kehidupan karier Anda menjadi sulit, tapi berusaha untuk menyembunyikan (ketidaksukaan mereka)," kata penulis buku Tame Your Terrible Office Tyrant: How To Manage Childish Boss Behavior and Thrive Your Job, Lynn Taylor, dilansir dari Business Insider, Senin 11 Juli 2016.
Apa saja tanda-tanda karyawan itu tak menyukai Anda? Berikut ini adalah lima tandanya.
1. Tak pernah mengajak bergurau
Bercanda adalah salah satu cara untuk memperkuat hubungan pertemanan di dunia kerja. Jika mereka tak mengajak seorang karyawan untuk bercanda, itu bisa jadi tanda mereka merasa tak nyaman.
2. Lebih banyak berkomunikasi dengan e-mail.
Rekan kerja yang membenci seseorang tentu akan menekan komunikasi interpersonal. Mereka akan memilih menggunakan e-mail untuk berkomunikasi dengan karyawan yang dibenci.
3. Jarang tersenyum
Jarang tersenyum bukan hanya pertanda suasana hati sedang tidak bagus, melainkan juga pertanda seseorang tengah membenci orang lain, terlebih jika mereka ada di satu ruangan.
4. Menghindar
Seorang karyawan tentunya akan menghindari tatap muka dengan orang yang dibencinya. Misalnya, ketika melihat orang yang dibenci tengah lift, dia akan memilih untuk naik tangga berjalan.
5. Tak pernah menjadikannya sebagai prioritas
Seorang karyawan yang membenci rekan kerjanya tak akan memasukkan masalah mereka ke dalam prioritas mereka. Ini adalah salah satu tanda rekan kerja membenci seseorang di lingkungan kerjanya.
Advertisement

Hotel Terbesar di Dunia Ternyata Ada di Malaysia, Punya 7.351 Kamar

Cara Membuat Tubuh Tetap Sehat Walau Hanya Miliki Satu Ginjal Saja

El Niño dan La Niña: Dua Wajah Berlawanan dari Satu Siklus Iklim Pasifik

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan


Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu