Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Informasi ini mungkin dinantikan para pekerja di Tanah Air. Pemerintah Korea Selatan tengah merancang undang-undang (UU) yang melarang bos mengganggu pegawainya saat tengah berliburan di rumah.
Legislasi ini dirancang setelah meningkatnya keluhan tak stabilnya kehidupan warga negeri K-Pop tersebut.
Rancangan UU ini mendapat dukungan dari 12 politisi dari partai oposisi setempat.
" Seiring makin banyak perusahaan menggunakan media sosial dan aplikasi pesan untuk mengirim pekerjaan, tanpa terbatas waktu, tingkat stres para pekerja telah mencapai level yang mengerikan," ujar para politisi dikutip dari laman theguardian.
Dalam rancangannya, perusahaan akan dilarang mengirim pesan berisi tugas kantor melalui SMS, sosial media, telepon ataupun aplikasi pesan setelah jam kerja selesai.
Dokumen ini secara spesifik dikhususkan pada pengguna KakaoTalk, aplikasi pesan yang menguasai 80 persen pangsa pasar Korsel.
Disebutkan juga, terlalu banyak pekerja Korsel yang masih sering menerima pekerjaan dari kantornya meski tengah berlibur atau larut malam.
" Banyak masyarakat menuntut hak untuk terputus dari hubungan kerja saat jam kerja berakhir," katanya.
Tak hanya Korsel, peraturan serupa telah diajukan sejumlah negara seperti Perancis dan Jerman.
Untuk diketahui, masyarakat Korsel menghabiskan 2.214 jam kerja selama setahun. Jumlah ini merupakan yang tertinggi diantara negara-negara OECD, setelah Meksiko.
Dalam laporan terbaru berjudul Workers Who Are Scared of KakaoTalk, para pekerja Korsel dan Society Institute mengungkapkan para pekerja terpaksa bekerja lebih dari 11 jam per minggu yang biasanya datang lewat gadget.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya