7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Jejaring Sosial.
Dream - Media sosial (social media) bisa membantu seseorang membangun citra diri dan mencari pekerjaan. Di sisi lain, media sosial juga bisa membunuh karier yang sedang rintis.
Dilansir dari Payscale, Kamis 23 Juni 2016, dewasa ini, rasanya tidak elok kalau seorang profesional membagikan sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan personal dan profesional secara online. Masalah ini justru dimulai ketika orang itu membagikan permasalahan pribadinya secara online.
Berikut ini adalah lima jalan bagi media sosial untuk menghancurkan karier Anda.
1. Terus mengecek jejaring sosial selama jam kerja
Aktivitas ini membuat produktivitas karyawan ini akan terganggu karena pekerjaan karyawan akan tertunda. Oleh karena itu, beberapa perusahaan menerapkan tak ada telepon selama jam kerja. Sebab, pegawai digaji untuk bekerja, bukan untuk mengecek jejaring sosial.
2. Terobseasi dengan identitas online dan melupakan dunia nyata
Memnbutuhkan perhatian dari orang lain, bukanlah suaut kejahatan. Tapi, kalau upaya menarik perhatian itu mengganggu kehidupan nyata dan karier, itu adalah masalah besar. Obsesi mencari identitas diri di online akan membuat seseorang kehilangan " sentuhan" di dunia nyata karena lebih banyak mencarinya dari online lewat banyaknya likes, komentar dan pengikut daripada yang dilakukan di dunia nyata.
3. Mulai berkomunikasi dengan bahasa " gaul" /slang saat bekerja
Hindari kata-kata slang seperti " FYI (for your information) dalam bekerja, misalnya saat mengirimkan e-mail. Sikap ini akan membuat seseorang menjadi tidak profesional di mata atasan, terutama apabila mereka berasal dari generasi tua.
4. Foto diri saat berpesta
Tak ada yang salah apabila pergi bersenang-senang usai bekerja, misalnya pergi ke kelab malam. Bersenang-senang ini dibutuhkan untuk melepas penat seusai bekerja. Kemudian, pesta tersebut diabadikan dalam sebuah foto untuk di-post kepada khalayak umum. Apabila pegawai itu berteman dengan bosnya, bosnya pun tak ingin citra perusahaannya dirusak oleh karyawan yang doyan pesta itu.
5. Mem-posting konten yang kontroversial
Media sosial memang menjadi wadah bagi setiap orang untuk menyuarakan isi hati, mulai dari yang baik hingga yang buruk. Tapi, itu berarti seseorang seenak hati membuat pernyataan di media sosial, termasuk posting yang kontroversial.
Pada dasarnya, perusahaan mencari pegawai yang profesional serta memiliki kemampuan kerja dan kerja sama tim dengan baik. Apabila isi jejaring sosial karyawannya mayoritas berisi kalimat-kalimat yang bias dan tidak menyenangkan, atasannya akan menganggapnya sebagai orang bodoh, fanatik, dan tak nisa menghargai orang lain.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?