7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Laju positif bursa saham syariah Indonesia belum tergoyahkan hingga pertengahan pekan ini. Aksi beli pada emiten yang bakal mendapat untung selama puasa menjadi motor pendorong indeks.
Posisi asing yang kembali melakukan aksi beli juga meredam sentimen akan hengkangnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 22 Juni 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 1,077 poin (0,67%) menjadi 162,368.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menguat 4,351 poin (0,65%) ke level 672,993.
Kedua indeks acuan saham syariah ini terus melaju positif sepanjang perdagangan. Meski aksi jual jelang penutupan sempat menekan laju ISSI dan JII. ISSI sempat menyentuh level tertinginya di 162,418.
Transaksi perdagangan saham syariah sedikit berkurang dengan hanya mencetak angka Rp 3,82 triliun. Dengan 41,14 miliar saham yang berpindahtangan, sebanyak 98 emiten ISSI mengakhiri sesi penutupan di zona hijau.
Sementara 81 emiten syariah lainnya harus mengalami koreksi harga dan 52 lainnya bertahan stagnan.
Sebagian besar indeks sektoral kini mulai menghadapi tekanan. Koreksi tajam dialami indeks sektor pertanian yang turun 0,78 persen, pertambangan 0,43 persen dan barang konsumsi 0,41 persen.
Namun koreksi tersebut berhasil ditekan dengan menguatanya indeks sektor industri aneka yang melonjak 2,81 persen, perdagangan 1,23 persen, dan keuangan 0,67 persen.
Emiten pencetak kenaikan harga tertinggi kali ini dihuni SILO yang naik Rp 925, UNTR Rp 475, ICBP Rp 425, ASII Rp 225, dan LPPF Rp 175 per saham.
Di jajaran top losser saham bluechips syariah, bertengger saham-saham UNVR yang turun Rp 400, PTBA Rp 150, AALI Rp 125, INTP Rp 100, dan SMGR Rp 75 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah terhadap dolar AS sore ini ditutup melemah. Dolar AS menguat 38 poin (0,29%) menjadi Rp 13.277 per dolar AS.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?