Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasca Bercerai, Acapkali Perempuan Mengalami Kesulitan Uang. (Foto: Shutterstock)
Dream – Belakangan ini, cerita “ Layangan Putus” marak diperbincangkan netizen. Kisah ini menceritakan seorang wanita berinisial Mommi Asf harus membesarkan keempat anaknya tanpa tanggung jawab suami.
Pemilik akun mengaku bercerai dari suaminya karena wanita idaman lain. Sang suami menikha lagi tanpa sepengetahuan istrinya.
Bagi wanita bercerai, faktor keuangan bisa menjadi masalah utama. Biasanya biaya rumah tangga ditanggung berdua jika sama-sama bekerja, kini harus ditanggung sendirian.
Masalah keuangan bisa semakin berat jika sang wanita tidak bekerja dan mengandalkan gaji dari suami.
Lantas, bagaimana caranya agar kondisi keuangan tidak berantakan setelah bercerai? Berikut ini cara yang bisa diterapkan, seperti dikutip Dream dari berbagai sumber.
Pertama, menata kembali pengeluaran. Supaya keuangan tidak memburuk setelah bercerai, tinjaulah kembali pengeluaran rutin bulanan. Cek juga tagihan-tagihan rutin dan yang ada, misalnya kartu kredit.
Buatlah kolom antara suami, istri, dan anak. Cobalah untuk melunasi utang-utang ini.
![]()
Dengan cara ini, kamu bisa memperkirakan besaran pengeluaran setiap bulannya. Jangan lupa perhatikan pengeluaran untuk kebutuhan anak, misalnya biaya pendidikan.
Kedua, buatlah anggaran. Kamu bisa mencatat kebutuhan anggaran bulanan dalam beberapa pos.
Semisal pos tagihan rutin, pos asuransi, pos konsumsi sebulan, pos sekolah anak, dan pos hiburan.
![]()
Dengan pos-pos budgeting ini, otomatis kamu akan lebih disiplin menggunakan uang. Selain itu, jumlah pengeluaran di waktu yang akan datang lebih terprediksi.
Jadi bisa sekaligus menyiapkan dananya mulai dari sekarang. Terakhir, sebisa mungkin sisihkan beberapa rupiah untuk ditabung sebagai dana darurat.
Ketiga, carilah pekerjaan kembali. Cara ini bisa membantumu kembali bangkit dari keterpurukan keuangan. Tambahan uang dari pekerjaan bisa membantumu menutup kebutuhan bulanan.

Lagipula pekerjaan baru bisa memberikan suasana fresh yang membantumu kembali mendapatkan kepercayaan diri dalam membangun hubungan sosial.
Keempat, mulailah investasi. Dikutip dari Cek Aja, investasi bisa memperkuat pondasi keuangan. Kamu bisa memilih instrumen berisiko rendah supaya uang tak terbuang sia-sia.
![]()
Jika pemula, kamu bisa bermain emas. Emas merupakan instrumen investasi paling aman dibandingkan dengan lainnya. Ini karena nilai emas cenderung stabil dalam jangka panjang dan mudah dicairkan.
Kelima, asuransi. Asuransi ini ibarat dana darurat. Asuransi kesehatan, misalnya, bisa menutup biaya pengobatan kamu sewaktu-waktu harus menjalani rawat inap.
![]()
Asuransi yang wajib dimiliki oleh ibu tunggal adalah asuransi jiwa dan pendidikan. Asuransi jiwa digunakan saat kondisi finansial terancam PHK pada suatu hari, cacat fisik, atau kematian.
Sementara asuransi pendidikan digunakan untuk menanggung biaya pendidikan anak.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya