5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ada Lima Tipe Karyawan Yang Tak Bisa Mendapatkan Promosi Jabatan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Kompetisi dunia kerja sangat ketat. Kemampuan yang memadai tak cukup untuk membuat seseorang bertahan atau naik jabatan di sebuah pekerjaan.
Dikutip dari Merdeka.com, Senin 18 Maret 2018, mendapatkan promosi jabatan tak terlepas dengan komunikasi yang baik antara karyawan dan atasan. Karyawan juga harus mengkomunikasikan dengan atasan tanggung jawab dan kompensasi yang diperoleh apabila ingin mendapatkan promosi.
Business Insider memberitakan, Profesor Bisnis Northwestern’s Kellog School of Management, Carter Cast, mengaku pernah mendapatkan penilaian buruk ketika masih bekerja dan disebut tak bisa mendapatkan promosi jabatan.
“ Saya butuh untuk mengerti apa yang membuat saya berperilaku buruk,” kata Cast.
Eks CEO Walmart itu melakukan penelitian dan menemukan apa yang menyebabkan karier terhambat. Ada lima kategori karyawan yang sulit mendapatkan promosi jabatan.
Pertama, tipe captain fantastic. Tipe ini kerap menyingkirkan apa pun untuk meraih apa yang diinginkan dalam karier. Mereka punya hubungan yang buruk dengan rekan kerja, bawahan, atau atasan. Tipe ini punya masalah personal karena sulit mendengarkan pendapat dan egois.
Ke dua, solo flier. Dia adalah tipe one man show dan tak bisa mengarahkan dan membantu teman-teman kerjanya. Dia hanya mengarahkan urusan remeh-temeh dan menyelesaikan semua pekerjaan seorang diri.
Ke tiga, tipe 10. Tipe ini menolak berubah dan tetap bekerja pada cara lamanya. Karyawan ini juga ogah belajar hal-hal yang baru dan bangga dengan julukan “ jadul” untuk meningkatkan produktivitasnya.
Ke empat, one trick pony. Pegawai ini punya keahlian khusus dalam menyelesaikan pekerjaan. Dia sering mengandalkan keahlian dan terus-menerus tanpa ingin menggantinya.
Ke lima, whirling dervish. Karyawan itu sering mondar-mandir di kantor seperti terlambat rapat, mengeluh sendiri ketika harus bekerja lembur. Pekerja yang satu ini juga tak bisa diharapkan dan tak maksimal. Setiap rekan kerja enggan bekerja satu tim dengannya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
