Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Stres. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, banyak dari kita yang bekerja pada akhir pekan. Entah dia lembur, bekerja part time, atau menjalankan bisnisnya.
Tapi, ada temuan yang mengejutkan tentang bekerja pada akhir pekan. Sebuah studi menunjukkan orang yang bekerja pada akhir minggu berisiko terserang depresi.
Dikutip dari World of Buzz, Minggu 17 Maret 2019, fakta ini dibeberkan dalam Journal of Epidemiology and Community Health di University of College London, Departemen Riset dan Regulasi Umur di Inggris, serta Queen Mary University of London.
Studi ini berkaitan dengan riset terhadap 11.215 orang pria dan 12.188 wanita. Kajian itu menetapkan definisi standar bekerja, begini rinciannya:
Studi tersebut menunjukkan bahwa wanita yang bekerja pada jam kerja sangat panjang atau masuk ketika akhir pekan, memiliki kesehatan mental terburuk daripada pria. Wanita ini lebih sering depresi daripada yang bekerja pada jam normal.
Meskipun demikian, sangat penting dicatat bahwa bekerja pada akhir pekan berkaitan dengan peningkatan risiko depresi kepada pria dan wanita.
Kajian ini menunjukkan pria yang bekerja lebih banyak atau lebih sedikit dari jam normal, kecil kemungkinan terkena depresi.
Tapi, pria bisa saja tertekan ketika bekerja pada akhir minggu. Hal ini disebabkan oleh mereka tak suka keadaan pekerjaannya.
Karena penelitian ini hanya berdasarkan kepada pengamatan, para peneliti tak bisa menetapkan sebab dan akibat bekerja pada akhir pekan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya