Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Apa Yang Terjadi Pada Boeing Jika 5000 Pesanan Pesawat 737 Max Batal Dibeli (Foto: Shutterstock)
Dream – Boeing kembali terpuruk akibat kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines. Kecelakaan tragis pesawat Boeing 737 Max 8 menyebabkan 157 penumpang dan kru kabin maskapai itu tewas.
Musibah yang dialami Ethiopian Airlines hanya berselang 5 bulan dari kecelakaan Lion Air JT-610. Pesawat yang dipakai bertipe sama.
Dua kecelakaan beruntun dalam waktu kurang dari setahun membuat banyak maskapai mempertimbangkan pembatalan pemesanan jet komersial terlaris ini.
Dikutip dari Los Angeles Times, Jumat 15 Maret 2019, kecelakaan di Addis Ababa mendorong banyak negara melarang terbang sementara untuk pesawat 737 Max 8. Lebih jauh, maskapai banyak yang berpikir untuk membatalkan pesawat ini.
Ethiopian Airlines diketahui tengah mempertimbangkan kembali pembelian pesawat senilai US$57 miliar (Rp813,72 triliun) itu.
Vietjet Aviation juga memutuskan untuk mengkaji kembali pesanan 200 pesawat senilai US$25 miliar (Rp356,89 triliun). Diikuti Kenya Airways yang dikabarkan berpaling ke Airbus A320.
Sementara itu, Utair Aviation dari Rusia meminta jaminan sebelum menerima pengiriman 30 pesawat pertama senilai US$3,65 miliar (Rp521,07 triliun).
Di Indonesia, Lion Air mencoba untuk membatalkan pesanan senilai US$22 miliar (Rp314,06 triliun) untuk 737 Max 8. Menurut sumber, maskapai ini melirik pesawat jet Airbus.
Sejak peristiwa nahas di Addis Ababa, saham Boeing melorot sampai 10,7 persen. Perusahaan ini menghadapi risiko keuangan yang meningkat setelah dua bencana yang melibatkan jet komersial dalam lima bulan terakhir.
Sekadar informasi, pesawat 737 Max 8 ini merupakan model yang laris manis. Boeing menerima lebih dari 5 ribu pesanan untuk jenis itu. Nilainya mencapai US$600 miliar (Rp8.565,49 triliun).
“ Berita jangka pendek bisa menjadi lebih buruk bagi Boeing,” kata analis Cowen and Co, Cai von Rumohr.
Rumohr tidak melihat ada potensi kerugian jangka panjang. Alasannya, perusahaan pembuat pesawat itu sudah mempersiapkan pembaruan software untuk kendali penerbangan.
“ Kami tidak melihat ada risiko jangka panjang yang berarti,” kata dia.
Bagaimana dengan maskapai? RT.com menyebut maskapai berpotensi merugi hingga miliaran dolar AS akibat larangan terbang sementara. Mereka harus mencari pengganti pesawat 737 Max 8 swecara cepat.
Maskapai penerbangan tak punya pilihan lain. Satu-satunya pesawat yang bisa dilirik sebagai alternatif jet 737 Max 8 adalah Airbus, yaitu Airbus A320.
Tak hanya kerugian, reputasi Boeing juga berada di ujung tanduk. Dikutip dari USA Today, pengamat industri dari CFRA Research, Jim Corridore, mengatakan bahaya yang dihadapi Boeing setelah insiden kecelakaan pesawat di Indonesia dan Ethiopia adalah bisnis dan reputasi.
“ Tapi ini bergantung dari hasil investigasi dan reaksi Boeing,” kata Corridore.
Bicara tentang reputasi, lembaga pemeringkat utang, Fitch Ratings belum bisa memastikan akan menurunkan peringkat utang Boeing. Peringkat utang Boeing bisa dipangkas jika larangan terbang dan penundaan pengiriman bisa dilakukan berbulan-bulan.
“ Larangan terbang dan penundaan pengiriman pesawat beberapa bulan bisa mempengaruhi peringkat perusahaan,” kata Fitch and Ratings.
Dikatakan pula bahwa pesawat jet MAX merupakan program kunci produsen ini. Pesawat jet itu bisa menghasilkan pendapatan senilai US$27 miliar-US$30 miliar (Rp385,45 triliun—Rp428,27 triliun). Dengan adanya insiden kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia, lembaga pemeringkat ini akan memantau terus sentiment pasar terhadap Boeing.
“ Kami juga akan terus memantau efek kecelakaan terhadap sentiment publik terhadap pesawat MAX. Kerusakan reputasi bisa menjadi sangat penting walaupun Boeing telah melewati episode kecelakaan sebelumnya,” kata lembaga ini.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes