Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Siapa, Ya, Emiten Syariah Top Gainer Hari Ini? (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah menyambut ceria libur akhir pekan ini. Setelah pulihnya saham-saham sektor industri, pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin percaya diri kembali melantai setelah melihat aksi beli pemodal asing.
Sentimen positif ini mampu menahan angin negatif dari laju kurs rupiah yang terpukul penguatan dollar AS.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat 15 Maret 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bergerak menguat 1,004 poin (0,53%) ke level 191,327. ISSI sempat bergerak fluktuatif di awal sesi perdagangan setelah dibuka melemah di level 190,091.
Laju ISSI di dua zona ini hanya berlangsung sekitar 30 menit usai perdangagan saham dibuka. ISSI selanjutnya bergerak nyaman di zona positif hingga sesi penutupan perdagangan. Posisi tertiinggi ISSI dicetak di level 191,947.
Kondisi yang sama terjadai indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang sempat mengalami tekanan di awal sesi perdagangan. Indeks 30 emiten unggulan syariah ini sukses menutup perdagangan dengan menanjak 4,374 poin (0,62%) ke level 704,419.
Indeks JII70 juga merangkak naik 1,457 poin (0,62%) ke level 235,679.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bisa mempertahankan laju positifnya setelah pemodal asing melakukan aksi beli saham. Nett buy asing senilai Rp433 miliar membuat IHSG naik 47,917 poin (0,75%) ke level 6.461,183.
Sektor industri masih menjadi primadona perdagangan saham jelang libur akhir pekan ini. Menguat 2,35 persen, indeks sektor industri dasar menjadi yang tertinggi di antara sektor lain. Disusul sektor favorit pemodal asing, keuangan yang naik 1,29 persen.
Kondisi sebaliknya terjadi pada sektor industri aneka yang kemarin bergerak menguat. Indeks ini terkoreksi 0,59 persen, diikuti dua indeks sektor komoditas yaitu pertambangan yang melemah 0,23 persen dan pertanian 0,19 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya menanjak Rp1.350, disusul MAPA Rp300, TCPI Rp260, EMTK Rp250, dan JSMR Rp250.
Sebaliknya, harga saham SONA terkoreksi Rp400, UNTR Rp175, ICBP Rp100, INDR Rp100, dan MDKA Rp90.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah untuk sementara mengalami tekanan. Pada perdagangan pukul 16.11 WIB, rupiah melemah 128 poin (0,89%) ke level Rp14.358 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya