Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Dunia Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tak melulu mengabarkan berita penderitaan. Pada peringatan Hari Buruh Sedunia lalu, sebanyak enam TKI justru mencetak prestasi membanggakan.
Para pekerja asal Tanah Air itu dilaporkan menerima penghargaan sebagai Tenaga Kerja Asing Terbaik tahun 2015 dari pemerintah derah Kaoshiung, Taiwan.
Keenam pekerja Indonesia ini menggondol separuh dari 12 penghargaan yang disediakan. Sisanya, disebar kepada pekerja asing asal Thailand (1 orang), Filipina (4 orang), dan Vietnam (1 orang).
Walikota Khaosiung seperti dikutip laman naker.go.id, Senin 4 Mei 2015, mengatakan tenaga kerja asing yang saat ini bekerja di Khaosiung berkontribusi sangat besar bagi perkembangan perekonomian di wilayahnya.
Bahkan program-program dan kegiatan pembangunan di Khaosiung dikaui dapat berjalan baik karena peran serta tenaga kerja asing.
Kabid Ketenagakewrjaan KDEI Taipei, Devriel Sogia menilai pencapaian ini merupakan pengakuan dan bukti jika TKI merupakan tenaga kerja yang terampil serta memiliki martabat untuk dapat dihormati oleh seluruh masyarakat baik masyarakat di Taiwan maupun masyarakat di Indonesia.
KDEI Taipei juga meminta agar pencapaian predikat ini dapat menjadi momentum bagi diri TKI maupun TKI lainnya di Khaosiung, untuk dapat bekerja lebih baik dan lebih mengerti akan hak dan kewajibannya sebagai pekerja.
Keenam TKI berprestasi tersebut adalah:
1. Purwanto profesi operator mesin di pabrik Taiwan Fu Shin Co. Ltd
2. Wami Rihana, pengasuh
3. Sri Yatun, pengasuh
4. Siti Masitohkarman, pengasuh
5. Sunarti, pengasuh di panti jompo
6. Ngatmini Nanik, pengasuh
(Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya