Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Photo By Yuwei Shaw On Unsplash
DREAM.CO.ID - Memanfaatkan momentum bonus demografi, Indonesia memiliki peluang besar untuk bekerja sama di Jepang. Saat ini Jepang sedang mengalami krisis demografi dan kekurangan tenaga kerja untuk berbagai sektor.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara sempat bertemu dengan beberapa perwakilan tenaga kerja Indonesia di Jepang.
" Saya telah bertemu dengan beberapa pekerja migran dari Tanah Air yang kebetulan mereka adalah generasi ketiga putra-putri para transmigran dari Lampung dan Jambi," ujar Iftitah.
" Mereka selama ini juga menjawab tanda tanya besar dalam konteks kekurangan lapangan kerja yang ada di Tanah Air, hal ini dapat dipenuhi dengan ikut program magang di Jepang ini," sambungnya.
Dari hasil pertemuan tersebut, Menteri Iftitah mengaku bahwa generasi muda transmigran cukup terampil, bertalenta, dan sangat produktif mengisi kekurangan tenaga kerja di Jepang. Maka dari itu, Kementerian Transmigrasi mampu melihat peluang tersebut.
" Kami mendapat banyak masukan bahwa di kawasan transmigrasi itu agak sulit untuk mendapatkan lapangan kerja bagi para sarjana. Namun saat ini, kami sekarang sedang mengajak dunia usaha untuk menciptakan lapangan kerja di kawasan transmigrasi melalui investasi industri dan hilirisasi," jelasnya.
" Inilah yang ingin kita kembangkan ke depan dalam berbagai macam sektor. Ada 24 bidang, baik perikanan, kelautan, pertanian, juga ada perkebunan, juga ada konstruksi, perawatan, kesehatan, dan lain-lain," sambung dia.
Setiap tahunnya, Jepang membutuhkan sekitar 400 ribu tenaga kerja. Sementara itu, selama ini Indonesia hanya mampu mengirimkan sekitar 25 ribu orang saja. Maaka dari itu, ini merupakan peluang besar yang dapat dimanfaatkan.
" Saya mendapatkan feedback juga bahwa hospitality tenaga kerja Indonesia itu sangat baik sekali di mata orang-orang Jepang. Mentalitas, mindset, pola pikir, dan kekuatan bangsa kita yang ramah itu kalau disatukan menjadi satu itu akan menjadi satu kekuatan bangsa kita," tutupnya.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya