Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
Shutterstock
Dream - Perkembangan teknologi kini telah banyak mengubah gaya hidup. Kini masyarakat lebih suka menggunakan layanan pesan antar untuk membeli makanan yang diinginkan.
Sejalan dengan permintaan makanan secara online yang tinggi, bisnis makanan dan minuman pun menjadi bisnis emas yang paling banyak dilirik milenial.
Penelitian Asia pacific Young Enterpreneurs Survey 2021 menunjukkan, 72 persen generasi Z dan milenial di Asia Pasifik ingin menjadi pengusaha. Mereka bahkan disebut lebih berani mengambil risiko.
Hampir 9 dari 10 persen generasi muda percaya bahwa usia terbaik memulai bisnis adalah di bawah 40 tahun. Rata-rata usia terbaik yakni 27 tahun. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan perusahaan nutrisi global Herbalife Nutrition.
Sahabat Dream yang sedang dalam usia produktif dan berniat memulai bisnis namun masih bingung jenis bisnis yang relevan. Intip yuk beberapa tips yang Dream rangkum dari keterangan tertulis Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2022.

Sebenarnya, peluang untuk bisnis bisa datang saat kita tidak mengharapkannya. Misalnya, saat bertemu rekan dekat.
Berbincang dengan teman baru atau teman lama bisa membuka pola pikir dan saling bertukar informasi. Jika melihat lebih dalam, terkadang potensi usaha tersebut muncul.

Mata harus terbuka untuk membaca peluang baru. Jangan sampai kehilangan peluang karena pola pikir yang sempit.
Ketika pola pikir terbuka, maka banyak hal yang ingin dicoba kemudian memunculkan ide bisnis yang bahkan belum pernah dipikirkan sebelumnya.
Sebaliknya, jika pikiran tertutup terhadap peluang, otak hanya sibuk untuk memikirkan kegagalan usaha yang bahkan belum pernah kita jalani.

Terus belajar melatih diri untuk tetap aware mencari ilmu dan hal baru yang dapat menjadi peluang yang tidak terduga.
Misalnya, saat berjejaring di sebuah ajang pameran, konferensi, atau kegiatan apapun. Keluarlah dari zona nyaman untuk bertemu rekanan baru bahkan di luar bidang.
Salah satu pameran yang Sahabat Dream bisa kunjungi adalah Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2022 yaitu pameran berbasis “ ekosistem peluang bisnis” yang membantu mempertemukan antara pemilik waralaba dan calon pewaralaba. (mut)
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya