Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Foto: Tangkapan Layar Akun Instagram @kredivo
Dream - Kredivo kembali meluncurkan riset tahunannya bertajuk Perilaku Konsumen E-Commerce Indonesia. Di dalam riset teranyar tersebut, Kredivo melaporkan pembayaran melalui paylater makin diminati masyarakat.
Hasil riset menunjukkan tren berbelanja online yang semakin menjadi preferensi masyarakat Indonesia dengan jangkauannya yang semakin inklusif, terutama di daerah dengan populasi lebih rendah.
Dibandingkan 2020, jumlah transaksi dan nilai transaksi e-commerce di kota-kota tier 2 mengalami peningkatan, dengan jumlah transaksinya meningkat dari 31 persen menjadi 34 persen.
Tak hanya peningkatan dari segi penggunaan, nilai transaksi e-Commerce meningkat dari 28 persen di 2020 menjadi 30 persen di 2021.
Sebagai salah satu metode pembayaran digital di e-commerce, Paylater juga mengalami pertumbuhan dari sisi penggunaan. Tercatat sebanyak 38 persen konsumen yang menggunakan Paylater saat berbelanja di e-commerce dalam satu tahun terakhir, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 28 persen pada 2021.
Masyarakat juga semakin familiar dengan metode pembayaran Paylater dengan 90 persen dari responden mengetahui adanya metode pembayaran ini. Sementara itu 65 persen responden menyatakan tidak menemukan kendala tertentu dalam penggunaan Paylater.
Keunggulan Paylater sebagai metode pembayaran secara berkala dan kemudahan akses kredit digital bagi konsumen juga menjadi faktor yang mampu meningkatkan jumlah pengguna Paylater.
Sebanyak 56 persen responden merasakan manfaat fleksibilitas dengan pembayaran cicilan Paylater, dan 55 persen responden menilai kemudahan akses Paylater membantu mereka yang sebelumnya kesulitan mendapatkan kredit.
Selain itu 51 persen responden menilai dari segi keamanan karena Paylater yang terintegrasi dengan e-commerce sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira mengatakan di tengah percepatan digitalisasi di Indonesia, peran e-commerce dan layanan keuangan digital seperti Paylater mampu mendorong penetrasi layanan digital secara lebih luas.
Hal ini tentu menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia yang saat ini memiliki potensi yang besar. Kedepannya, Bhima melihat jika tren positif ini terus tumbuh.
" Maka pemerataan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia dapat terealisasi lebih cepat yang didukung dengan pemanfaatan ekosistem digital.”ujar Bhima dalam rilis yang diterima Dream, Jumat, 3 Juni 2022.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes