7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Generasi Muda Juga Harus Punya Keterampilan Mengelola Uang. (Foto: Shutterstock)
Dream - Keuangan finansial tak mengenal usia. Pengetahuan ini harus dimiliki oleh generasi muda, milenial, atau Generasi Z. Sebab, pengetahuan mereka terbatas tentang mengelola uang, mengajukan kredit, sampai terhindar dari utang.
Dikutip dari Investopedia, Jumat 31 Januari 2020, ada delapan cara agar anak muda bisa mengelola uangnya dengan baik.
Pertama, belajar mengendalikan diri. Keterampilan ini sangat diperlukan dalam keuangan. Kamu takkan tergesa-gesa dalam membelanjakan uang dan akan benar-benar mempertimbangkan apakah barang tersebut sangat dibutuhkan atau tidak.
Kedua, kendalikan keuangan masa depan. Kamu bisa belajar cara mengelola keuangan dari buku atau perencana keuangan. Tujuannya untuk membuat masa depanmu sebisa mungkin tak bermasalah soal uang.
Sekali kamu mengantongi pemahaman ini, jangan sampai ada orang lain yang berusaha mempengaruhimu untuk berfoya-foya. Misalnya diajak makan-makan setiap akhir pekan.
Ketiga, ketahuilah ke mana uangmu pergi. Uang acapkali datang dan pergi seperti air yang mengalir. Agar uang tak menguap begitu saja, kamu bisa membuat anggaran dan rajin melacak ke mana duit ini pergi.
Misalnya, membuat jatah jajan kopi sekian rupiah per bulan. Setidaknya, pengeluaran bisa terkendali.
Keempat, mulai membuat dana darurat. Dana ini diperlukan kalau-kalau ada keperluan mendadak.
Misalnya, keperluan pensiun dini, uang liburan, atau DP rumah. Sebisa mungkin sisihkan sebagian uang untuk dana darurat per bulan.
Kelima, mulai menabung untuk pensiun. Tak ada salahnya menyisihkan uang untuk pensiun. Cara ini bisa menekan risiko kesulitan keuangan saat tak lagi produktif bekerja.
Keenam, belajar pajak. Ketika sudah menghasilkan uang, kamu akan menjadi objek pajak.
Tak ada salahnya belajar tentang pajak penghasilan dan berapa uang yang harus dipotong untuk menunaikan kewajiban kepada negara.
Ketujuh, lindungi kesehatanmu. Jangan sampai lupa untuk menyisihkan dana untuk asuransi kesehatan. Ingat, biaya perawatan kesehatan, kalau sakit, tidak murah.
Jika tak berasuransi, bisa-bisa kamu akan bangkrut jika terkena musibah kecelakaan atau sakit keras karena uang perawatan yang dikeluarkan sangat besar.
Kedelapan, lindungi kekayaanmu. Kamu bisa melindungi asetmu dengan asuransi.
Misalnya, asuransi kendaraan untuk perlindungan mobil. Jika ada kecelakan yang menimpa kendaranmu dan harus mengeluarkan banyak uang untuk perbaikan, pihak asuransi akan meng-cover biayanya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?