Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Wabah Corona Bikin Perusahaan Multinasional Kocar-kacir

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 30 Januari 2020 15:48
Wabah Corona Bikin Perusahaan Multinasional Kocar-kacir
Tak hanya raksasa dunia, perusahaan kecil juga ikut tiarap.

Dream – Virus corona tak hanya menumbangkan perekonomian Tiongkok, tetapi menyebar ke sejumlah pusat ekonomi negara dunia. Beberapa perusahan multinasional memilih untuk menutup bisnisnya sementara di Tiongkok saat virus dengan gejala mirip SARS ini mewabah.

Aksi penutupan ini juga didorong oleh kekhawatiran mereka terhadap kinerja keuangan jika tetap memaksakan beroperasi.

Dikutip dari Washington Post, Kamis 30 Januari 2020, motor bisnis hotel dan restoran di China langsung terhenti setelah virus ini menyerang. Pabrik-pabrik memperpanjang masa penutupan operasional. Sedianya, mereka akan beroperasi kembali setelah libur Imlek usai, setidaknya sampai minggu kedua Februari 2020.

Pemasok Apple menangguhkan pengiriman ke Tiongkok sampai 10 Februari 2020. Bos Apple Inc, Tim Cook, mengatakan perusahaan berusaha memitigasi risiko untuk mengantisipasi terjadi kerugian produksi.

Pakar juga menilai wabah corona juga bisa mengguncang perekonoamian dunia. Hal ini mengingat Negeri Tirai Bambu termasuk negara perekonomian terbesar kedua di dunia. Di dalamnya juga beragam jenis industri, mulai dari mesin sampai barang konsumsi.

1 dari 5 halaman

Ogah Spekulasi

Federal Reserve Board Chair, Jerome H. Powell, mengatakan situasinya masih terlalu dini jika berbicara tentang dampak wabah terhadap perekonomian dunia. Apalagi, tak ada kepastian seberapa jauh wabah ini menyebar dan berdampak kepada ekonomi makro.

“ Saya tak ingin berspekulasi. Kami berhati-hati memonitor situasi,” kata Powell.

Sekadar informasi, perekonomian Tiongkok tumbuh empat kali lipat sejak 2003. Ekonomi China kini menguasai sepertiga perekonomian dunia. Utang Beijing juga dikabarkan membengkak sehingga membatasi pemerintah untuk mencari solusi pasca wabah. Kini, perekonomian global juga melemah akibat epidemi sebelumnya.

“ Sulit untuk melihat apa yang akan menjadi generator rebound yang signifikan,” kata seorang pejabat yang tak mau disebutkan namanya itu.

2 dari 5 halaman

Kecemasan Raksasa Bisnis

Raksasa-raksasa dunia yang juga beroperasi di Tiongkok ramai-ramai menutup beberapa cabangnya di Negeri Panda. Sebut saja Starbucks yang menutup lebih dari separuh outlet di Tiongkok. Sekadar informasi, kedai kopi siap saji ini punya 2 ribu toko di Tiongkok.

Maskapai penerbangan juga memilih untuk berjalan aman. American Airlines dan British Airways mengurangi penerbangan langsung untuk rute Tiongkok. Lutfhansa juga membatalkan semua penerbangan dari dan ke Tiongkok sampai 9 Februari 2020. Penerbangan penumpang juga anjlok 35 persen ke Tiongkok.

Walt Disney juga memilih untuk menutup Disneyland di Shanghai. Sementara Ikea menyetop sementara toko-tokonya di 30 lokasi di Tiongkok.

Industri otomotif juga terkena getah wabah virus corona. President of The Center for Automotive Research, Carla Bailo, mengatakan ada 3,1 juta mobil dan truk yang diprediksi akan masuk ke lini produksi Hubei, Tiongkok, tahun ini. Kurang lebih ada 12 persen mobil yang akan dihasilkan dari Tiongkok. Akan tetapi, virus corona memaksa Honda, Toyot, Renault-Nissan-Mitsubishi, dan VolksWagen untuk menunda operasi 5hari kerja per minggu. Ini bisa membuat kerugian 150 ribu unit mobil.

Pabrik-pabrik kecil juga megap-megap karena kekurangan pasokan dari global. “ Mereka ketakutan. Ini sangat sulit karena tak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi,” kata pengacara berbasis di Seattle, Amerika Serikat, Dan Harris. 

3 dari 5 halaman

Virus Corona Bisa Gulung Perekonomian Dunia

Dream - Tidak hanya mengancam nyawa manusia, wabah virus Corona yang bermula di Wuhan juga membahayakan perekonomian dunia, terutama China.

Apalagi wabah ini merebak bersamaan dengan Tahun Baru Imlek, saat roda ekonomi China berputar kencang-kencangnya karena konsumsi masyarakat meningkat tajam.

" Corona virus, ini menimbulkan pesimisme yang menggulung ekonomi pada Januari ini yang biasanya terjadi Chinese New Year dianggap salah satu momentum Tiongkok bisa meningkatkan pertumbuhan ekonominya melalui faktor domestik, yaitu konsumsi mereka," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 28 Januari 2020.

 

Penyebaran virus corona yang cukup cepat akan melemahkan perekonomian China. Kebijakan ekonomi yang disusun oleh Negeri Tirai Bambu itu diprediksi takkan terealisasi dengan baik.

“ Dengan adanya corona virus dan kemudian terjadi policy lock down, seluruh potensi pertumbuhan ekonomi China dari domestic factor tidak realize (terwujud). Kehilangan momentum karena persis terjadi Chinese New Year yang bahkan liburnya diperpanjang sampai early Februari," kata dia.

Kondisi tersebut menggambarkan kebijakan yang telah disusun tidak selalu mampu terealisasi dengan baik. Sebab, masih ada potensi lain yang bisa mengganggu seluruh target yang ditetapkan. Kondisi tersebut pun harus diwaspadai oleh seluruh negara di dunia.

" Ini (virus corona) menggambarkan bahwa risiko itu bisa unpredictable dan very volatile jadi semua negara wajib selalu waspadai dan siapkan instrumen kebijakan dalam hadapi satu sisi keinginan untuk terus tumbuh. Keinginan untuk terus menjaga momentum harus, tapi tidak bisa buta terhadap environment," kata dia.

4 dari 5 halaman

Pemerintah Waspada Meluasnya Dampak Virus Corona pada Ekonomi

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, khawatir dampak ekonomi terkait adanya virus corona asal China meluas. Menurutnya, isu ini akan menjadi masalah baru bagi perekonomian dunia.

" Yang terbaru adalah outbreak corona di China. Tentu ini kan menjadi persoalan-persoalan baru untuk perekonomian dunia," kata Airlangga.

Dampak yang paling terasa dari virus corona, yaitu pariwisata Indonesia. Menurut dia, turis asal China akan turun drastis. 

“ Sudah pasti pariwisata dari Tiongkok akan terganggu,” kata dia. 

Airlangga akan terus memantau perkembangan masalah ini. Hal ini mengingat virus corona tak hanya berimbas pada regional, tetapi juga global.

“ Jadi, kita lihat perkembangannya,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Update Virus Corona: 107 Pasien Meninggal, 4.474 Terinfeksi

Dream - Penyebaran virus Corona Wuhan (2019-nCov) terus terpantau. Berdasarkan pembaruan data John Hopkins University Centre for Systems Science and Engineering (JHU-CSSE) pada Selasa, 28 Januari 2020 pukul 10.55 WIB, sebanyak 107 orang dinyatakan meninggal dunia.

Jumlah kematian terbesar terjadi di wilayah Provinsi Hubei. Salah satu kota di provinsi ini, Hubei, diduga menjadi pusat penyebaran virus.

Di provinsi ini, terdapat 100 orang yang meninggal. Di provinsi ini pula dilaporkan 2.714 orang terjangkit.

Total keseluruhan, kasus virus Corona Wuhan menjangkiti 4.474 orang. Sebanyak 4.409 orang terjangkit virus ini di China. Sementara itu, di Hong Kong dan Thailand masing-masing ada 8 orang.

Sebaran virus Corona Wuhan

Sebaran virus Corona Wuhan

Sebanyak 6 orang di Macau dilaporkan terjangkiti virus ini. Sementara itu, di Australia, Singapura, Taiwan, dan Amerika Serikat, ada sebanyak 5 orang yang terjangkiti virus ini.

Sementara itu, dilaporkan di Jepang, Malaysia, dan Korea Selatan, ada 4 orang yang terjangkit virus ini.

Sebaran virus juga sudah sampai di Perancis dengan 3 orang terjangkiti, Vietnam, 2 orang terjangkiti, dan Kamboja, Jerman, Pantai Gading, Nepal, Sri Lanka, dan Kanada, masing-masing 1 orang yang terjangkiti.

 

Beri Komentar