Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Melesatnya saham sektor perkebunan mengokohkan bursa saham syariah di zona positif. Aksi jual asing yang relatif tinggi juga tak berdaya menghadang laju penguatan.
Investor mulai berani melantai di bursa setelah muncul spekulasi berakhirnya tren turun indeks saham regional.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 9 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,435 poin (1,05%) ke level 137,757.
Lompatan lebih tinggi berhasil dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 7,652 poin (1,35%) ke level 574,991.
Kedua indeks acuan saham syariah di tanah air ini melewati seluruh waktu perdagangan di zona hijau. ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 138,059 dan terendah 136,632.
Aksi beli investor mendorong 124 emiten syariah menutup perdagangan tengah pekan di zona positif. Sisanya, 74 emiten ISSI bergerak melemah dan 41 lainnya bertahan stagnan.
Sementara itu, dua pertiga penghuni JII juga sukses ditutup menguat. Top gainer kali ini dipuncaki AALI yang melesat Rp 1.900. Disusul ITMG Rp 725, SMGR Rp 450, UNVR Rp 450, dan ASII Rp 225 per saham.
Sebaliknya, anak usaha Astra lainnya, UNTR justru mengalami koreksi terdalam Rp 500 per saham. Diikuti INTP yang turun Rp 125, LPPF dan SILO Rp 50, serta PGAS Rp 35 per saham.
Bursa saham Indonesia pada pertengahan pekan ini relatif bergerak ceria. Meski hanya naik tipis dari sesi pembukaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup mengaut 28,686 poin (0,66%) ke level 4.347,277.
Lantai bursa mentransaksi dana investor hingga Rp 4,8 triliun dengan 47,91 miliar saham berpindahtangan.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah terhadap dollar AS berhasil keluar dari level 14.300. Naik 30 poin (0,21%), rupiah sore ini bertengger di level 14.246 per dollar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya