7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Pandemi Corona Membuat Perilaku Kerja Berubah. (Foto: Shutterstock)
Dream - Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat untuk mengubah gaya hidupnya. Misalnya, memakai masker ketika bepergian ke luar rumah dan menjaga jarak.
Tentu saja tujuannya untuk menekan penularan virus corona. Perubahan ini juga berlaku di dunia kerja. Yang semula para karyawan datang ke kantor untuk bekerja, kini mereka bekerja dari rumah.
Dikutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Rabu 7 Oktober 2020, hasil survei " Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19" menunjukkan, ada perubahan konsep bekerja.
Sekitar 70 persen dari total responden berstatus bekerja. Hampir 62 persen dari total responden mengaku tempat kerjanya menerapkan work from home (WFH) alias kerja dari rumah.
Namun, ada juga 48,59 persen responden yang mengaku WFH dan masih harus masuk kantor.
Tercatat ada 23,11 persen responden yang tempat kerjanya tidak menerapkan WFH dan 15,02 persen yang menyebut tempat kerjanya tak memungkinkan menerapkan WFH.
Selain itu, BPS mencatat ada 22,81 persen responden yang tidak bekerja dan 2 persen yang terkena PHK.
Bagaimana dengan protokol kesehatan di dunia kerja? Tempat kerja juga menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus corona.
Ada empat protokol yang diterapkan di tempat kerja, yaitu menjaga jarak, mencuci tangan/menggunakan hand sanitizer, memakai masker, serta memeriksa suhu tubuh dengan thermogun.
Mayoritas responden mengaku lingkungan kerjanya telah menerapkan pemakaian masker (94,35 persen) dan pemeriksaan suhu tubuh (94,35 persen).
Lalu, ada 72,62 responden yang menyebut lingkungan kerjanya menerapkan jaga jarak dan 82.56 persen memberlakukan aturan cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.
Survei dilakukan kepada 90.967 orang responden dengan rincian 44,77 persen pria dan 55,23 persen wanita. Responden ini didominasi oleh usia di bawah 45 tahun dengan ijazah tertinggi S-1. Survei ini dilakukan pada periode 7-14 September 2020.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?