Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pebisnis Top Dunia Cemaskan Krisis Terburuk dalam 100 Tahun Terakhir

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 7 Oktober 2020 09:12
Pebisnis Top Dunia Cemaskan Krisis Terburuk dalam 100 Tahun Terakhir
B20, group berisi pebisnis top dunia memberikan 25 rekomendasi untuk pertemuan G20 mendatang di Saudi.

Dream – Para pemimpin bisnis top dunia yang tergabung dalam Business Twenty (B20) menyebut ekonomi global sedang menghadapi krisis terburuk dalam seratus tahun terakhir. Mereka menyerukan reformasi segera dilakukan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 yang diselenggarakan oleh Arab Saudi pada November ini.

Dikutip dari Business Insider, Selasa 6 Oktober 2020, B20 yang merupakan grup dengan melibatkan CEO perusahaan dunia mengajukan 25 rekomendasi kebijakan untuk pertemuan G-20 bulan depan. Rekomendasi ini disebut-sebut bisa membantu pemulihan ekonomi setelah pandemi berakhir.

“ Ekonomi global berada dalam keadaan terburuk dalam satu abad,” kata Ketua B-20, Yousef Al Benyan.

Yousef mengatakan pemulihan ekonomi menjadi tantangan dan diperlukan urgensi dari pembuat kebijakan dan pemimpin bisnis. Dikatakan bahwa ada risiko penurunan ekonomi yang tetap tinggi dalam beberapa tahun mendatang.

Risiko penurunan ekonomi ini termasuk ketegangan perdagangan, kebijakan yang tidak pasti, kerentanan finansial, serta ketegangan geopolitik dan pembanguna. Risiko ini bisa terjadi ketika negara-negara berusaha mengatasi dampak pandemi Covid-19.,

Sekadar imformasi, virus Covid-19 telah merenggut lebih dari satu juta nyawa di dunia dan membuat ekonomi terjungkal. Organization for Economic Cooperation and Development(OECD) menyebut pertumbuhan global akan turun 4,5 persen tahun ini, angka yang terburuk sejak Perang Dunia II.

Dalam pertemuan B-20, ada sejumlah tokoh yang akan hadir, seperti Executive Chairman Mastercard, Ajay Banga, Pimpinan Grup HSBC, Mark Tucker, dan mantan Direktur Jenderal World Trade Organization, Roberto Azevedo.

Setiap reformasi yang diusulkan B-20 meliputi pemberdayaan manusia, menjaga keberlangsungan planet, dan membentuk batas baru.

1 dari 2 halaman

Pertumbuhan Ekonomi Minus 5,32% Terendah Sejak Krisis Moneter

Dream - Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 yang mencatat minus 5,32 persen merupakan posisi terendah sejak Indonesia mengalami krisis moneter tahun 1998 hingga 1999 lalu.

Terakhir kali Indonesia mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2019. Kala itu ekonomi Indonesia mencatat minus 6,13 persen.

" Ini terendah sejak kuartal I-2019," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto saat konferensi pers virtual Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2020 di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2020.

 

 

Seperti diketahui BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 5,32 persen (yoy) pada kuartal II-2020. Sementara secara Q to Q, ekonomi Indonesia mengalami minus 4,19 persen.

Meski mencatat pertumbuhan ekonomi negatif, Suhariyanto mengajak masyarakat untuk membangun semangat optimistis untuk kondisi perekonomian di kuartal III-2020. Alasannya, berbagai upaya untuk memacu kembali roda ekonomi Indonesia sudah disiapkan pemerintah.

 

2 dari 2 halaman

Berharap Ekonomi Kuartal III-2020 Membaik

Suhariyanto melihat, relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah menunjukan adanya geliat ekonomi di tengah masyarakat dibandingkan yang terjadi pada Mei 2020. Namun dia mengakui jika geliat itu masih jauh dari kondisi normal.

Hal penting yang diingatkan Kepala BPS adalah masyarakat tetap harus menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 kembali bertambah.

Indikator lain yang bisa membangkitkan optimisme adalah skema komprehensif yang dibuat pemerintah untuk memulihkan perekonomian Indonesia yang diselaraskan dengan penanganan wabah Covid-19.

" Ini akan mendorong sisi demand dan supply, tingkatkan daya beli konsumsi rumah tangga, dan menggerakkan UMKM,: ujar Suhariyanto.

Lebih jauh Suhariyanto berharap pertumbuhan ekonomi negatif Indonesia di kuartal II-2020 akan menjadi satu-satunya kontraksi di tahun ini. Dia juga berharap ekonomi akan kembali membaik di kuartal III-2020. 

Beri Komentar