Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Angkat Bicara Tentang Temuan Plastik Mie Instan Mengambang Di Laut Belasan Timur.
Dream – Temuan bungkus mi instan berusia 19 tahun di Pantai Sendang Biru, Malang, Jawa Timur, membuat Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, angkat bicara. Menurut dia, plastik memang sangat terurai.
“ Sampah plastik itu di laut sampai 4 kresek itu 450 tahun tidak bisa diurai,” kata Susi, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 10 April 2019.
Menurut Susi, temuan sampah plastik menjadi sekian tumpukan sampah di laut Indonesia. Makanya, Susi meminta masyarakat sadar akan dampak penggunaan plastik dan beralih ke bahan selain plastik.
Pendiri Susi Air ini juga meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah plastik langsung ke kali. Sebab, dampaknya langsung kepada ekosistem laut Indonesia.
“ Kebanyakan sampahnya kan langsung dibuang ke kali. Tapi, alirannya menuju ke mana? Ke laut. Jadi mohon kurangi dari diri kita sendiri pakailah tumbler, pakai tas anyaman pakai kantong anyaman lebih elegan,” kata dia.
Sekadar informasi, temuan bungkus mie instan berumur belasan tahun ini diunggah di medsos oleh pengguna Twitter berakun @selfeeani.
Akun itu menulis telah menemukan bungkus mie instan yang diproduksi untuk peringatan kemerdekaan Indonesia ke-55. “ Saya merenung sejenak karena perbedaannya 19 tahun jadi bungkus ini terombang-ambing di laut sampai hanyut ke bibir pantai selama 19 tahun,” cuit @selfeeani.
Seperti diketahui, Indonesia masuk daftar penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Nomor dua setelah China. Predikat sebagai penyumbang sampah plastik terbanyak membuat malu Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti.
Menteri Susi menekankan, untuk mengatasi persoalan sampah plastik dibutuhkan peran dari seluruh masyarakat. Kesadaran masing-masing individu menjadi faktor penting dalam upaya mengurangi sampah plastik
" Indonesia penyumbang sampah plastik terbesar ke dua di dunia. Malu banget punya label begitu. Mulai sekarang kurangi sampah plastik. Mohon kurangi dari diri kita sendiri," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya