Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Kompak Menguat Hari Ini, Jumat 10 Mei 2019. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah kompak menguat pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 10 Mei 2019. Ketiganya menggeliat seiring dengan penguatan rupiah.
Meski diwarnai ketidakpastian perang dagang China-Amerika, investor memutuskan terjun ke lantai bursa setelah muncul sentimen positif dari dalam negeri.
Komitmen pemerintah meningkatkan investasi di Indonesia untuk mengurangi ketergantungan impor disambut positif pemodal. Sentimen positif juga muncul dari membaiknya defisit transaksi berjalan pada kuartal I 2019 menjadi 2,6 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Data BEI mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,887 poin (0,49%) ke level 181,774. ISSI bergerak fluktuatif setelah sempat dibuka menghijau di 181,152 di sesi pra-pembukaan perdagangan.
ISSI sempat mengalami tekanan di sesi perdagangan pagi hingga sejam pertama pembukaan sesi kedua. ISSI jatuh ke zona merah dan sempat menyentuh level terendah di 179,905. Namun di sesi pagi, ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 182,124.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), merangkak 3,835 poin (0,58%) ke level 660,066. Indeks JII70, tumbuh 1,264 poin (0,58%) ke level 219,674.
Tertekan di sesi perdagangan pertama, Indeks Saham Harga Gabungan (IHSG) juga berhasil keluar dari tekanan. IHSG ditutup menanjak 10,314 poin (0,17%) ke level 6.209,118.
Investor menahan diri untuk membeli saham. Aksi beli saham lebih banyak terjadi di sektor properti sebesar 0,9 persen, industri dasar 0,49 persen, dan manufaktur 0,44 persen.
Yang melemah justru indeks pertanian sebesar 0,38 persen dan keuangan 0,19 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya meningkat Rp1.150, ITMG Rp500, SHID Rp400, SMGR Rp250, dan KAEF Rp210.
Sebaliknya, yang terkoreksi adalah BSSR yang harga sahamnya menurun Rp345, MKPI Rp250, MAPA Rp150, MTPS Rp130, dan MINA Rp120.
Pada 16.03, rupiah menggeliat Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menanjak 38 poin (0,26%) ke level Rp14.322.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya