Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dream - Pandemi Covid-19 telah mengubah sistem pembelajaran di Indonesia secara drastis dalam sekejap. Sejak Maret 2020, aktivitas belajar di sekolah dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh. Tak ada satupun sekolah yang membuka kelas untuk anak didiknya.
Tak hanya sekolah dasar, pendidikan dari tingkat playgroup hingga universitas diminta belajar dari rumah.
Dengan motode PJJ ini, aktivitas belajar dan mengajar dilakukan melalui daring dengan memanfaatkan jaringan Internet. Ada yang menyambut antusias, namun ada juga yang kelabakan karena harus mengeluarkan biaya ekstra buat beli paket data.
Kondisi ekonomi yang sedang melemah akibat banyaknya aksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai dampak dari pandemi Covid-19 membuat banyak masyarakat menghadapi masalah baru. Salah satunya adalah menyediakan akses internet untuk si buah hati.
Pemerintah berusaha mengatasinya dengan mengeluarkan kebijakan pemberian paket Internet gratis kepada para siswa, guru, dan dosen. Meski demikian, tidak semuanya bisa menikmati karena tak punya nomor HP.
Karenanya, sebagian warga masyarakat yang peduli dengan sesamanya mendirikan pos-pos layanan Wi-Fi gratis. Sehingga anak-anak bisa belajar secara online tanpa takut kehabisan kuota Internet.
Aksi tersebut bisa dilihat pada video yang dibagikan akun IG @makassar-iinfo berikut. Di video tersebut, sekelompok anak-anak mengerumuni sebuah pengumuman yang ditempel di dinding.

Setelah didekati, ternyata pengumuman tersebut berisi tulisan layanan Wi-Fi percuma (gratis). Wi-Fi tersebut menggunakan SSID atau nama akses Muiz Kedap.

Namun yang menjadi sorotan netizen adalah kata sandi atau password untuk mengakses Wi-Fi gratis tersebut. Bukannya dibuat mudah, kata sandi tersebut sangat sulit dihafalkan.
Jangankan untuk menghafalkannya, menulis kata sandi itu di kertas maupun di HP butuh perjuangan yang tidak mudah. Masalahnya, kata sandi tersebut sangat panjang.

Terlebih lagi, susunannya tidak hanya huruf dan angka, tapi semua kombinasi karakter yang ada di keyboard dipakai untuk membuat kata sandi Wi-Fi gratis tersebut.

Jika dilihat dari kata percuma yang berarti gratis di dalam pengumuman itu, layanan tersebut bukan di Indonesia. Tetapi di negara berbahasa Melayu seperti Malaysia atau Brunei.
Video yang diposting pada 9 September 2020 tersebut menjadi viral dan mengundang reaksi yang tak kalah kocak dari netizen.
" Bayangin bocilnya: eh ini udah sampai mana ngetik passwordnya tadi?, gw lupa soalnya. dahlah ulang lagi."
" Itu password atau tali jemuran."
" Gile lu ndro gx muat layar hpnya sebagian teks menghilang."
" Wadidawwwww???? kurang panjang itu pasword_a hahaa."
" Hanya org2 sabar yg pke wifi nya."
Sumber: Instagram
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya