Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi KPR.
Dream - Potensi pasar properti di Indonesia cukup besar. Terlebih masih banyak masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal. Meski besar, peran keuangan syariah justru dianggap masih minim.
Kondisi ini diduga terjadi akibat kurang tersosialisasikannya konsep pembiayaan melalui pinjaman Kredit Pemilikan Rumah (KPR) syriah.
Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Solahudin Ayubi, menilai masih banyak orang yang belum paham tentang konsep KPR syariah. Bahkan masyarakat yang sudah memahami konsep syariah, masih mempertanyakan apakah KPR yang ditawarkan oleh bank syariah ini sudah memenuhi prinsip-prinsip syariah atau tidak.
" Ini mungkin yang menyebabkan orang masih enggan menggunakan pembiayaan syariah dalam KPR," kata Ayubi dalam acara " Gaung Chat after Lunch: Rumahku Rumah Syariah" di Jakarta, Kamis 12 Mei 2016.
Seorang mantan politisi Wanda Hamidah menilai bank syariah sebetulnya memiliki beberapa keunggulan dibandingkan bank konvensional. Salah satunya, bank syariah tidak memberlakukan bunga dan menerapkan sistem berbagi risiko antara bank dan nasabah.
" Sebenarnya, banyak fasilitas bank syariah yang tidak mencekik nasabahnya. Sebetulnya, (hal) yang tidak difasilitasi bank konvensional, (justru) difasilitasi oleh bank syariah," kata Wanda
Namun, diakui Wanda, masih banya masyarakat belum sepenuhnya paham tentang konsep bank syariah. Bahkan ada yang belum paham bedanya KPR konvensional dengan KPR syariah. " Itu harus disosialiasikan," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya