Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Singapura
Dream - Niat Singapura menjadi pusat ekonomi syariah sedikit menghadapi ganjalan. Pasar keuangan yang berguncang dan turunnya harga minyak membuat sistem keuangan syariah perlahan menjauh.
Hingga saat ini, pasar keuangan Singapura baru menerbitkan satu surat utang syariah (Sukuk) bernilai 163 juta dollar Singapura pada September lalu.
Bandingkan dengan penerbitan surat utang konvensional berbasis pendapatan tetap yang mencapai 136 produk bernilai 17,7 miliar dollar Singapura.
Head of Fixed Income dari DBS, Clifford Lee mengutip laman businesstimes.com.sg, Senin, 23 November 2015, menuding tak adanya tempat khusus untuk produk syariah di negara sekuler Singapura menjadi tantangan terbesar bagi penerbitan Sukuk.
Tanda-tanda meredupnya keuangan syariah di Singapura muncul setelah DBS Group Holdings menutup unit usaha syariah karena tak mampu memenuhi target skala ekonomi.
DBS telah mendirikan Islamic Bank of Asia pada 2007 dan menginvestasikan US$ 250 juta di bank syariah pertama Singapura.
Juru Bicara Otoritas Moneter Singapura (MAS), mengatakan The Islamic Financial Service Board telah mendorong adanya promosi keuangan syariah yang konsisten lintas regional.
" Untuk 2016, sentimen umum yang akan muncul adalah periode menantang bagi industri keuangan syariah di seluruh dunia," kata head of International Finance and Capital Market OCBC Al-Amin Bank Berhad, Alhami Abdan.
Sebagai negara nonmuslim, Singapura memang telah jauh dalam pengembangan keuangan Islami. Pada Juni lalu, Singapura bahkan menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Konferensi Bank Syariah Dunia.
Bobby Tay, Chief Strategy Officer dari Sabana Real Estate Investment, satu-satunya perusahaan syariah yang tercatat di bursa Singapura mengatakan, " Perusahaan tak memperoleh insentif dalam menggunakan produk syariah, seperti tak adanya perlakuan pajak khusus terhadap keuangan syariah."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya