Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa syariah memulai sesi perdagangan awal pekan di zona hijau. Sentimen positif dari regional mendorong investor turun ke lantai bursa.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 23 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,307 poin (0,21%) ke level 144,634.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menguat 1,829 poin (0,30%) ke level 606,374.
Di sesi pembukaan, kedua indeks syariah ini kompak melanjutkan penguatannya. ISSI tercatat naik 0,367 poin (0,25%) ke level 144,694. Sedangkan JII menanjak 2,042 poin (0,34%) ke level 606,587.
Pelaku pasar memulai sesi transaksi saham syariah dengan dana senilai Rp 8,44 miliar. Sebanyak 37,82 juta saham menjadi objek jual beli investor.
Berhasil menguatnya sebagian besar indeks sektoral juga mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona hijau. Akhir pekan lalu, IHSG ditutup menguat signifikan.
IHSG dibuka naik 8,826 poin (0,19%) ke level 4.570,160 di sesi prapembukaan. Memasuki sesi pembukaan, IHSG kembali naik 11,141 poin (0,24%) ke level 4.572,475.
Sebanyak 27 emiten di lantai bursa memulai sesi dari zona positif. Namuna 9 lainnya masih tertekan aksi jual
Lantai bursa memulai sesi perdagangan dengan transaksi senilai Rp 12,26 miliar. Investor asing pagi ini relatif minim terlibat dalam pengangkatan IHSG. Asing hanya mencetak nett bauy Rp 23 juta.
Sebagian indeks sektoral yang masih tertekan aksi jual diantaranya industri dasar yang turun 0,07 persen, barang konsumsi 0,25 persen, dan manufaktur 0,09 persen.
Kenaikan tertinggi indeks sektoral kali ini dialami emiten infrastruktur yang menguat 0,49 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya