Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Dream - Pemerintah dan perusahaan Indonesia masih memiliki utang ke negara-negara di dunia cukup besar. Data Bank Indonesia (BI) menyebutkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia sampai akhir September sebesar US$ 302,4 miliar atau sekitar Rp 4.234 triliun.
Meski besar, posisi utang Indonesia pada periode Juli-September itu sebetulnya berkurang US$ 2,1 miliar dibandingkan posisi pada akhir triwulan II-2015 yang sebesar US$ 304,5 miliar.
Menurut keterangan resmi Bank Indonesia (BI), penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan posisi ULN, baik sektor swasta maupun sektor publik.
Utang sektor swasta tercatat turun US$ 1,7 miliar, terutama disebabkan oleh berkurangnya aktivitas berutang bank di Indonesia. Sementara, posisi utang sektor publik turun US$ 400 juta, terutama disebabkan oleh turunnya ULN Pemerintah.
Dengan penurunan tersebut, pangsa ULN sektor swasta tercatat 55,6 persen, atau sekitar 168,2 miliar dolar AS, lebih besar dari pangsa ULN sektor publik yang sebesar 44,4 persen atau 134,2 miliar dolar AS. Selain itu, pertumbuhan ULN Indonesia pada triwulan III-2015 tercatat mengalami perlambatan dibanding pada kuartal II-2015, yakni dari 6,2 persen (yoy) menjadi 2,7 persen (yoy).
Perkembangan ULN pada kuartal III-2015 ini dinilai masih cukup sehat, tetapi risikonya terhadap perekonomian perlu terus diwaspadai. Ke depan, BI akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta.
Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makro ekonomi.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
