Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Apple Watch. (Foto: Shutterstock)
Dream – Apple Watch akan segera bisa melacak getaran yang dialami oleh pasien penyakit parkinson. Gawai ini akan membantu mereka untuk mengelola kondisinya.
Dilansir dari CNBC, Sabtu 16 Juni 2018, Apple akan merilis pembaruan perangkat lunak untuk mempermudah para peneliti medis untuk memahami perbedaan antara gerakan acak, getar, dan diskinesia, yang dialami pasien parkinson ketika diobati dengan obat-obatan.
Peneliti dan wakil dekan Parkinson dari Brody School of Medicine di East Carolina University, Peter Schmidt, mengatakan fitur Apple Watch akan digunakan untuk melacak perkembangan parkinson.
Sekitar 60 ribu orang didiagnosis setiap tahun dengan parkinson di Amerika Serikat. Ditambah 10 juta orang lainnya mengidap penyakit ini secara global.
Tak semua pasien akan punya akses ke Apple Watch atau membelinya. Namun, Apple mulai bekerja dengan perusahaan asuransi kesehatan, seperti Aetnda untuk mensubsidi biaya.
Schmidt mengatakan, fitur Apple Watch ini bisa mengubah perlakuan kepada pasien parkinson selama dokter bisa memahami dan mengintepretas data dari perangkat ini.
Dia juga berkata salah satu penggunaan Apple Watch ini adalah gadget ini bisa menentukan kapan waktu yang tepat obat-obatannya habis. Dia berkata pengidap parkinson biasanya akan meningkatkan konsumsi obat karena penyakitnya semakin memburuk.
“ Banyak pasien tidak tahu itu terjadi dan mereka pikir mulai lelah atau lapar dan gejala kembali. Pasien-pasien yang minum obat-obatan lebih awal sebelum makan malam bisa sangat melegakan. Perubahan kecil itu bisa membantu membuat perbedaan besar dengan gejala mereka,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya