3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Juga Punya Tradisi Saat Idul Fitri.
Dream – Seperti orang-orang kebanyakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga punya kebiasaan saat Idul Fitri. Apa itu?
Dilansir dari Merdeka.com, Sri Mulyani mengatakan ada tradisi sungkeman atau silaturahmi mendatangi kediaman orang tuanya. Tradisi ini menjadi hal yang paling utama bagi dirinya.
“ Makna Lebaran itu dalam banget karena dari tradisi keluarga. Biasanya, dari kecil dibiasakan pasti Lebaran kumpul keluarga,” kata dia di Jakarta.
Dan untuk sungkeman, kata Sri, harus bersabar. Karena antreannya cukup panjang.
“ Kalau dulu, kumpul di rumahnya bapak ibu saya di Gombong, pasti sungkeman karena putranya ada 16. Jadi, kami semuanya urutan 6 dari 16. (Urutannya), anak, cucu, cicit. Jadi, panjang banget,” kata dia.
Sri Mulyani menyebut momentum berkumpul bersama keluarga menjadi kebahagiaan sendiri. Dalam momen ini, ada satu kebiasaan yang dilakukan oleh keluarganya. Mulai dari bercerita satu sama lain sampai pada persoalan lain.
“ Pasti ada kumpul keluarga. Istilahnya itu update. Jadi setiap keluarga memberikan laporan masing-masing. Anaknya masuk sekolah mana? Ada pacar atau tidak? Ada yang nikah apa tidak? Siapa yang mencapai lulus sarjana? Tapi, sekarang kami coba menghilangkan acara seperti itu, tapi lebih ke sharing fun,” kata dia.
Tak cuma itu, lanjut Sri Mulyani, ada pula game untuk keluarga. Misalnya membuat permainan dengan topik yang lucu-lucu. Tak ketinggalan, pembagian THR atau uang saku masih menjadi tradisi di keluarganya.
“ Jadi, kami kumpulkan semua THR. Jadi, kami bagi yang SD sekian, TK dan SMP sekian, kuliah sekian. Jadi, yang kerja yang tadinya masih dikasih, sekarang mereka kontribusi sedikit asalkan rela,” kata dia. (ism)
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an