Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Rupanya, dalam melakukan negosiasi dengan pengusaha hotel di Arab Saudi, banyak pengusaha travel haji dan umrah yang membawa uang tunai. Pasalnya, mereka membutuhkan uang tunai dalam waktu cepat, sementara jika menunggu transfer dari tanah air, tidak bisa dilakukan dalam kurun waktu 24 jam.
Kebiasaan itu tentunya penuh risiko. Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia (ASBISINDO), Ahmad K Permana, sudah saatnya para pengusaha travel ini bisa menggunakan uang non-tunai dengan fasilitas internet banking di bank-bank syariah.
" Terlalu berisiko, ketika mereka menggunakan perbankan syariah tetapi mereka masih menggunakan uang cash untuk bernegosiasi dengan pihak hotel di Arab karena bank syariah dianggap tidak memiliki layanan transfer rupiah ke dolar 24 jam atau saat ini juga kapan mereka deal harga, itu kan butuh internet banking," jelasnya di Jakarta, akhir pekan lalu.
Permana menegaskan bank-bank syariah telah memiliki fasilitas internet banking 24 jam yang bisa mentransfer kurs dolar. Sayangnya, dia mengakui kurangnya sosialisasi, yang menyebabkan adanya anggapan di kalangan pengusaha travel bahwa bank syariah belum bisa menyediakan fasilitas ini.
" Sebenarnya sudah punya, Permata Syariah, BNI Syariah, nanti kita akan presentasi kepada semua pemilik travel bahwa kita punya layanan itu," tegasnya.
Permana menambahkan, kebanyakan bank syariah telah memiliki teknologi layaknya bank konvensional. Dengan demikian, tidak ada alasan membawa uang tunai atau tidak menggunakan bank syariah untuk bisnis ibadah seperti haji dan umrah ini.
" Jadi jangan berpikir bahwa ketika menggunakan perbankan syariah jadi cash lagi. Kalau punya rekening di bank syariah, kalau kartunya sudah bertulis visa elektronik maka bisa ditarik di ATM Arab," jelasnya.
" Masa mau umrah masih pakai bank konvensional. Kan kalau mau Islam secara kaffah maka ujung ke ujungnya di-syariah-kan dong," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya