Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Pedagang Emas
Dream - Kabar baik bagi Anda yang tengah berburu emas untuk investasi. Analis memperkirakan harga emas dalam sepekan ini bakal terus turun.
Sebuah prediksi bahkan menyebutkan komoditas emas akan anjlok hingga US$ 1.000 per ounce sebelum akhir tahun ini.
Para analis menilai pemicu turunnya harga emas ini dipicu spekulasi bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserves, yang akan menaikkan suku bunganya. Kebijakan ini diyakini bakal menekan harga logam dunia.
" Konsensus kami memperkirakan keputusan The Fed akan memicu harga emas turun menjadi US$ 1000 pada akhir tahun dan US$ 900 di tahun 2016," ungkap analisa terbaru ABN Amro mengutip laman gulfnews, Selasa, 17 November 2015.
ABN Amro menyatakan penurunan tersebut dipicu posisi likuditas dari investor yang membuat mereka mengubah portofolio investasinya.
Survei terakhir Kitco menunjukan mayoritas investor ritel berada dalam posisi jual terhadap emas. Sebanyak 56 persen investor bahkan memperkirakan harga logam mulia ini akan bergerak turun dalam waktu dekat.
Hanya sekitar 31 persen dari peserta survei yang makin yakin harga emas akan kembali naik. Sementara 13 persen lainnya memilih bersikap netral.
Data ekonomi terbaru AS memang menunjukan adanya perbaikan di sektor nonpertanian pada akhir Oktober lalu. Tercatat ada tambahan 271 ribu tenaga kerja di sektor jasa bisnis, pelayanan kesehatan, perdagangan ritel, konstruksi, dan jasa makanan dan minuman.
Positifnya laporan ketenagakerjaan AS ini diyakini telah mendorong mata uang dollar AS menguat. Sekaligus memicu spekulasi The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember 2015 karena tidak ada alasan lain lagi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam