Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Dream - Bursa syariah berhasil mengatasi derasnya aksi jual investor. Meski tertekan jelang penutupan, indeks acuan saham syariah ditutup menguat.
Emiten infrastruktur dan industri dasar menjadi motor penggerak Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada penutupan perdagangan BEI, Rabu, 18 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,607 poin (0,43%) ke level 141,726.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menanjak 4,493 poin (0,76%) ke level 593,792.
Kedua indeks acuan saham syariah ini sempat bergerak lemah di awal sesi perdagangan. Melaju fluktuatif, ISSI sempat jatuh ke level terendah 589,00. Seiring munculnya aksi beli investor, ISSI pun kembali ke zona positif.
Meski menguat, kedua indeks saham ini justru banyak dihuni emiten yang bergerak melemah. Tercatat 98 emiten syariah ditutup melemah dan 62 lainya berhasil bertahan di zona hijau.
Dengan transaksi jual beli saham syariah Rp 2,78 triliun, sebanyak 13 emiten bluechips juga sukses menutup perdagangan di zona hijau.
Dua produsen semen terbesar di Indonesia kembali menjadi motor indek syariah. SMGR dan INTP menjadi pemuncak top gainer JII usai naik Rp 400 dan Rp 325 per saham. Disusul PGAS Rp 300, ITMG Rp 225, dan ICBP Rp 150 per saham.
Di jajaran top losser bertengger saham-saham seperti UNVR yang turun Rp 500, LPPF Rp 425, AKRA Rp 250, AALI Rp 225, dan INCO Rp 55 per saham.
Kendati bursa syariah membuat, kondisi bursa saham Indonesia justru mengalami tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,037 poin (0,07%) ke level 4.497,910.
Investor asing mulai mengurangi aksi jual sahamnya di perdagangan tengah pekan ini. Asing mencetak nett sell Rp 3,43 miliar.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa