Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Di tahun 2018 ini, YouTube kembali mengeluarkan aturan baru yang akan membuat pusing para YouTuber yang selama ini mengandalkan situs berbagi video itu untuk mendapat pemasukan.
Menurut peraturan baru yang diumumkan Selasa kemarin, (16 Januari 2018), YouTube sekarang akan menerapkan kriteria lebih ketat untuk jenis video yang dapat menghasilkan uang.
Selain itu, YouTube akan memperkenalkan proses penyaringan baru terhadap konten video agar sesuai dengan yang ditawarkan pengiklan.
Bicara masalah kebijakan layanan, anak perusahaan Google ini melakukan perubahan peraturan setidaknya hampir tiap tahun.
Pada tahun 2015 lalu, monetisasi konten video di kanal YouTube tidak dikenakan syarat tertentu. Namun kebijakan itu berubah dua tahun kemudian. Pada April 2017 lalu, konten video harus memiliki minimal 10.000 tayangan untuk bisa menampilkan iklan dan mendapatkan uang.
Syarat tersebut diterapkan setelah YouTube mendapat boikot dari pengiklan yang dimulai Maret tahun lalu. Saat itu YouTube menampilkan iklan dalam video berbau kekerasan dan rasial.
Tak ingin mengulangi kejadian serupa, YouTube menambahkan syarat lagi yang lebih ketat di tahun 2018 ini.
....
© Dream
Dream - Pemilik konten video harus punya 1.000 pelanggan. Tidak itu saja, pemilik konten video harus menunggu kanal mereka setidaknya memiliki total tayangan sebanyak 4.000 jam di semua video selama setahun.
Peraturan baru yang cukup berat bagi pemula yang ingin jadi YouTuber ini mulai efektif pada Februari 2018.
" Ambang batas ini dibuat agar pembuat konten menghasilkan video-video yang sesuai dengan pedoman dan kebijakan komunitas kami.
" Selain itu aturan ini memperjelas keinginan kami untuk menampilkan konten dengan standar yang lebih tinggi," tulis Robert Kyncl, kepala bisnis YouTube, dan Neal Mohan, kepala produk YouTube, dalam sebuah pernyataan bersama di blog.
Dari penjelasan tersebut, YouTube pada intinya ingin mengurangi pembuat konten video abal-abal yang hanya bisa mengunggah ulang karya orang lain. Selain itu YouTube ingin memanjakan kanal besar dengan konten asli agar penghasilan mereka tetap stabil.
Selain menerbitkan persyaratan baru, YouTube berjanji bahwa staf moderator konten mereka akan menyaring setiap video di Google Preferred, sebuah layanan premium bagi perusahaan yang beriklan di YouTube.
Google mengatakan bahwa proses penyaringan manual akan dilakukan pada pertengahan Februari di Amerika Serikat dan pada akhir Maret di negara-negara lainnya.
(Sumber: bloomberg.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya