Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: Shutterstock)
Dream - Di tahun 1997, Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi salah satu ikon gedung megah di pusat bisnis Jakarta. Gedung yang pertama kali diberi nama Bursa Efek Jakarta (BEJ) itu menjadi menara kembar pertama yang dibangun di ibukota.
Sepuluh tahun berselang, atau pada 2007, BEJ berganti nama menjadi Bursa Efek Indonesia. Perubahan dilakukan setelah adanya penggabungan BEJ dan Bursa Efek Surabaya (BES).
Peristiwa penting terjadi dalam siklus 10 tahun gedung megah itu. Sayang, kali ini musibah yang melanda. Setelah lebih dari 20 tahun berdiri, mezanin yang berada di Tower II Gedung BEI ambrol saat sejumlah mahasiswa Universitas Gunadarma Palembang berada di areal musibah itu.
Menjadi pertanyaan, bagaimana sebenarnya cara perawatan pengelola gedung megah tersebut sehingga bisa muncul kecelakaan itu ?
Direktur PT Cushman & Wakefield Indonesia, perusahaan yang ditunjuk mengelola Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Farida Riyadi menjelaskan, fokus utama perawatan gedung BEI selama ini hanya ditujukan pada struktur luar gedung.
Menurut Farida, bagian luar gedung menjadi perhatian karena dianggap rentah terhadap perubahan cuaca dan suhu.
" Struktur yang berada di luar itu perlu mendapat maintenance," kata Farida di Gedung BEI, Jakarta, Selasa 16 Januari 2018.
Bagaimana dengan bagian dalam gedung? Farida mengatakan struktur bagian ini memang tidak menjadi fokus perawatan. Hanya satu yang menjadi fokus perhatian pengelola yaitu perawatan mechanical engineering.
" Memang tidak ada maintenance, treatment khusus kalau betonnya di dalam gedung," ucap dia.
Farida mengatakan hasil penilaian empat konsultan independen yang ditunjuk BEI menyatakan jika gedung pusat aktivitas ekonomi di Jakarta itu dinyatakan aman dan dapat digunakan seperti semula.
Keempat konsultan independen itu berasal dari Laboratorium Struktur dan Material Fakultas Teknik Sipil Universitas Indonesia, PT Gistama Inti Semesta, PT Akronim, PT Rematha Daksa Optima.
(Sah)
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan