Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Indeks ISSI Dan JII Menguat Ketika Perdagangan Berakhir Pada Rabu 17 Januari 2018.
Dream - Meski agak sedikit mengerem, laju indeks syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mencetak rekor baru di penutupan perdagangan Rabu, 17 Januari 2018. Sempat bergerak melemah, pemodal lokal berhasil menutup aksi jual yang dilakukan investor asing.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat ditutup menguat 1,030 poin (0,54%) ke level 192,791. Pembukaan perdagangan bursa sempat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan aksi ambil untung.
Di sesi pembukaan, ISSI dibuka melemah di level 191,552 dengan level terendah di 191,277. Aksi beli jelang sesi penutupan memantapkan laju ISSI yang kembali bergerak menguat sekaligus mencetak baru di level 192,791, .
Dengan dukungan 18 emiten yang ditutup menguat, indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga sukses mencetak rekor baru. Menanjak 4,286 poin (0,56%), indeks JII menutup perdagangan tengah pekan ini di level 769,730.
Transaksi perdagangan saham syariah meningkat pesat setelah investor lokal berebut mengoleksi portofolio sahamnya. Sebanyak 75,62 juta saham syariah ditransaksikan pelaku pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp6,11 triliun, naik signifikan dari sebelumnya Rp4,61 triliun.
Lantai bursa memang dipenuhi dengan aksi beli pemodal domestik. Buktinya, asing yang sembilan hari perdagangan melakukan aksi beli, kini berbalik arah. Pemodal asing mencatat nilai jual bersih Rp226 miliar hingga sesi paskapenutupan perdagangan.
Mayoritas indeks sektoral menghijau. Aksi beli saham marak terjadi di sektor industri dasar dan infrastruktur yang membuat dua indeks ini naik tajam masing0masing 2,2 persen dan 1,03 persen.
Dengan aksi jual asing, indeks sektor keuangan harus mencetak koreksi 0,39 persen. Begitu pula aksi jual pemodal menyeret indeks barang konsumsi melemah 0,29 persen, dan industri aneka 0,16 persen.
Emiten-emiten keping biru syariah pencetak top gainer adalah SMGR yang harga sahamnya naik Rp775, PGAS Rp480, UNTR Rp375, LPPF Rp200, dan WIKA Rp110.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah UNVR yang harga sahamnya turun Rp650, BRPT Rp40, PTBA Rp40, ASII Rp25, dan ADRO Rp20.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 78 poin (0,58%) ke level Rp13.260 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A