CONNECT WITH US!

Pemodal Domestik Tarik Dana, Indeks Syariah Melemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati | Jumat, 12 Januari 2018 16:41
Dua Indeks Syariah Melemah Pada Penutupan Perdagangan, Jumat 12 Januari 2018.
Hanya ada dua sektor yang indeksnya menghijau.

Dream Indeks saham syariah menjalani perdagangan jelang akhir pekan cukup berat. Dengan kondisi bursa regional yang bergerak variatif dan pemodal lokal yang melepas saham, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah.

Sentimen positif hanya datang dari pemodal asing yang masih mempertahankan aksi beli sahamnya. Namun aksi mereka tak berpengaruh besar pada pergerakan indeks. 

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat 12 Januari 2018, indeks ISSI terkoreksi 0,805 poin (0,42%) ke level 189,610. Tanda-tanda pelemahan sudah tampak di awal perdagangan saat ISSI dibuka melemah ke level 190,216. 

ISSI memang sempat bergerak mengaut dan menyentuh level tertingi sekaligus rekor baru di 190,867. Pembelian jelang penutupan tak cukup kuat membawa ISSI ke zona positif.

Indeks keping biru syariah, (JII), juga bergerak turun 3,644 poin (0,48%) ke level 754,692. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini ditutup melemah dengan 16 emiten mengalami koreksi harga. 

Tak hanya bergerak turun, transaksi perdagangan saham syariah juga melemas. Dari 72,77 juta saham ISSI yang diperdagangkan, nilai perdagangan mencetak angka Rp3,6 triliun, turun sekitar Rp400 miliar dari perdagangan kemarin. 

Pemodal asing masih mempertahankan aksi belinya dengan mencatat nett buy Rp191 miliar, bertambah dari Rp106 miliar. 

Aksi jual pemodal lokal membuat hampir seluruh indeks sektoral bergerak turun. Pelemahan terbesar dicetak indeks indeks sektoral pertanian yang melemah 0,86 persen, industri aneka 0,83 persen, dan infrastruktur 0,74 persen.

Hanya ada dua indeks yang terangkat, yaitu pertambangan sebesar 0,85 persen dan barang konsumsi 0,22 persen.

Emiten JII pencetak top gainer adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp175, ICBP Rp125, PTBA Rp90, ADRO Rp50, dan SMRA Rp20.

Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah LPPF yang harga turun sebesar Rp750, SMGR Rp275, UNVR Rp125, EXCL Rp90, dan ASII Rp75.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 17 poin (0,13%) ke level Rp13.378 per dolar AS.

(Sah)

 

Masa Depan Angel Lelga & Vicky - David NOAH Angkat Bicara