Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rumah Bungalow Senilai Rp171 Juta? (Foto: World Of Buzz)
Dream – Pernahkah kamu membeli barang tanpa ragu karena harga barang terlihat baik? Promo-promo yang bertaburan kadang membuat kita menjadi lebih boros dan belanja barang-barang yang tak perlu.
Tapi, bagaimana jika ini terjadi saat kamu ingin membeli barang dengan uang yang sangat banyak, misalnya membeli rumah?
Bagi sebagian besar orang, membeli rumah ini merupakan pengalaman sekali dalam seumur hidup. Keputusan yang salah bisa membuatnya menderita.
Dikutip dari World of Buzz, Senin 17 Juni 2019, ada sebuah iklan pembangunan bungalow yang tidak masuk akal. Viral Media Johor memberitakan ada jasa pembangunan rumah senilai 50 ribu ringgit (Rp171,71 juta). Jasa iklan ini disiarkan secara online.

“ Sangat cantik. Sebuah rumah bisa dibangun senilai 50 ribu ringgit. Rumahnya semi modern. Jenis ini cocok dibangun di kampung,” tulis iklan itu.
Salah seorang warganet, @alwinhimself, mengatakan iklan ini tidak logis. Masalahnya, rumah senilai 50 ribu ringgit sulit dibangun di pusat kota. Pria ini mengaku bekerja di bidang konstruksi dan menyebut biaya pembangunan rumah senilai Rp100 jutaan itu sebagai penipuan.
Dia juga mengatakan ada orang yang tertipu melihat iklan ini. Korban mengeluarkan uang senilai ratusan juta rupiah untuk membeli rumah yang tidak jelas.
“ Ini kasihan bagi orang-orang yang telah menghabiskan tabungan seumur hidup mereka hanya untuk beberapa penjahat yang datang dan memberi tahu bisa mendapatkan rumah dengan harga tertentu. Setelah mendapatkan uang, ‘pengembang’ hanya kabur,” tulis @alwinhimself.
Penipuan ini makan korban yang sebagian besar adalah penduduk desa dan orang-orang tua.
Warganet juga mengatakan harga rumah yang murah itu bisa jadi tidak lengkap. Mungkin tak punya lantai dan langit-langit.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya