Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Indeks Syariah Tertekan Sentimen Global. (Foto: Shutterstock)
Dream - Tekanan jual masih belum menjauh dari pasar modal Indonesia. Dengan posisi indeks saham yang menutup gap usai naik tinggi pasca sentimen peringkat S&P, investor menahan diri masuk lantai bursa.
Aksi pemodal ini membuat sejumlah indeks saham berguguran di perdagangan awal pekan, Senin, 17 Juni 2019. Investor juga enggan melantai karena sentimen negatif dari bursa saham dunia.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hari ini menjalani sesi perdagangan dengan lebih banyak bergerak di zona merah usai dibuka melemah ke level 182,650 di sesi pra-pembukaan. ISSI hanya bisa naik tipis di satu menit usai sesi pembukaan ke level 182.783.
Selebihnya, ISSI bergerak di zona merah dan terjatuh ke level 180,781 atau tutun 1,984 poin (1,08%) di sesi penutupan perdagangan.
Laju ISSI masih lebih baik dibandingkan dua indeks saham acuan lainnya. Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), langsung terpeleset di awal sesi perdagangan dan terkoreksi 9,269 poin (1,38%) ke level 660,838 di sesi penutupan.
Sementara Indeks JII70 terpangkas 3,114 poin (1,4%) ke level 219,277.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tak bisa melawan sentimen negatif usai turun 59,740 poin (0,96%) ke level 6.190,525.
Sentimen ini membuat investor melepas saham-sahamnya di hampir sebagian besar indeks sektoral. Yang paling banyak terjadi di sektor industri dasar, manufaktur, dan barang konsumsi.
Ketiga indeks sektoral ini merosot masing-masing sebesar 1,83 persen, 1,34 persen, dan 1,29 persen.
Penguatan indeks sektor pertanian sebesar 0,45 persen tak berpengaruh banyak terhadap perdagangan.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SILO yang harga sahamnya meningkat Rp390, GMTD Rp300, TCPI Rp300, POLL Rp250, dan INTP Rp150.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah TGKA Rp750, FIRE Rp425, MNCN Rp325, CPIN Rp320, dan INDR Rp300.
Pada 16.20, sentimen global ini justru berpengaruh positif terhadap rupiah. Nilai tukar rupiah menguat 57 poin (0,39%) ke level Rp14.268 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam