Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Bali United Jadi Klub Sepak Bola Pertama Di Indonesia Yang Melantai Di Bursa. (Foto: Bali United)
Dream – Bali United menjadi klub sepakbola pertama di Indonesia yang melantai di Bursa Efek Indonesia. Lewat proses penawaran umum perdana saham, IPO, perusahaan pengelola klub sepakbola ini meraih ratusan miliar dana segar dari masyarakat.
Dikutip dari Liputan6.com, Senin 17 Juli 2019, emiten berkode BOLA ini mencatatkan 6 miliar saham yang terdiri atas 4 miliar saham pendiri dan 2 saham IPO.
Dengan harga saham IP Rp175 dengan nominal Rp10 per saham, total dana yang diraup mencapai Rp350 miliar. Dana ini nantinya akan digunakan untuk memperbaiki stadion.
“ Perbaikan stadio. Ada juga yang buat anak usaha,” kata Direktur Keuangan PT Bali Bintang Sejahtera Tbk, Yohanes Bunian Moniaga, di Jakarta.
Sekadar informasi, Bali United berada di bawah bendera PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. CEO Bali United, Yabes Tanuri, mengatakan penawaran umum perdana saham perusahaan telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 31 Mei 2019.
Selain pernyataan efektif, OJK juga telah menetapkan saham Bali United sebagai penghuni baru efek syariah.
Yabes mengharapkan pencatatan saham ini bisa mempermudah pendukung dan fans Bali United yang kebanyakan berdomisili di Bali untuk berinvestasi saham Bali United. Ia menambahkan, klub sepak bola Bali United masih banyak memerlukan pendanaan untuk para pemainnya dan fasilitas pendukung.
" Kami harapkan pendukung dan fans Bali United ikut serta berinvestasi dalam bentuk saham. Sehingga klub Serdadu Tridatu akan bisa berkembang dan mencapai prestasi gemilang," ujar dia.
“ Dalam memajukan tim Bali United sangat banyak memerlukan dana, sehingga dengan pembukaan saham ini diharapkan akan dapat memajukan dunia sepak bola, khususnya di Bali dan Indonesia umumnya,” kata Yabes.
Sekadar infomasi, komposisi investor Bali United terdiri atas investor ritel 41 persen dan institusi 59 persen. Salah satu investornya adalah Irfan Bachdim.
“ Ini saya yang pertama kali melantai di saham. Sebelumnya belum pernah,” kata pemain Bali United bernomor punggung 10 itu.
Pemain Bali United lainnya, Sutanto mengatakam setiap pemain Bali United berkesempatan langsung membeli saham BOLA. " Ya saya beli. Pak Piter mengajukan menawarkan ke setiap pemain," kata Sutanto.
Dia menuturkan, meski terbilang pendatang baru menjadi investor di pasar modal, dirinya tertarik untuk mempelajari dunia pasar saham.
" Untuk saham ini saya masih perlu banyak pelajari. Saya hanya tahu label luarnya saja. Harus lebih mendalami lagi," kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Bawono Yadika, Agustina Melani)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam